Komisi X DPR RI Apresiasi Program Kemendikdasmen, Dorong Penguatan Guru dan Pendidikan Berkualitas di NTT
Kupang, Nusa Tenggara Timur, 5 Mei 2026 – Komisi X DPR RI mengapresiasi pelaksanaan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dinilai berjalan baik di NTT. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Kemendikdasmen dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT, Senin (4/5).
Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menilai kemajuan pendidikan di NTT membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Anita, guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan dukungan kerja bagi guru harus terus diperkuat.
“Saya mengusulkan penataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan dilakukan berbasis data riil agar rekrutmen, distribusi, dan penempatan lebih tepat sasaran. Selain itu, daerah terpencil juga perlu mendapatkan program afirmasi dan insentif yang layak bagi tenaga pendidik,” ujarnya.
Ia menegaskan, Komisi X DPR RI akan terus mendorong kebijakan pendidikan yang berpihak pada daerah dengan tantangan geografis dan sosial, termasuk NTT.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan pembentukan karakter.
“Kami telah meluncurkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Gubernur Melki juga mengapresiasi sejumlah program Kemendikdasmen di NTT, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga distribusi guru.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh program pendidikan diarahkan untuk memastikan layanan pendidikan bermutu dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.
“Secara nasional, tahun ini kami menargetkan revitalisasi lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. Prioritas diberikan kepada daerah terdampak bencana, wilayah 3T, dan sekolah dengan kondisi rusak berat,” ujar Mendikdasmen.
Mendikdasmen juga menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam transformasi pendidikan sehingga peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus terus diperkuat.
“Kami berharap dari NTT lahir generasi hebat yang mampu menjawab tantangan zaman dan ikut memajukan Indonesia,” tutur Mendikdasmen.





