26 Ruang Kelas Darurat Dihadirkan, Siswa di Sumatra Barat Kembali Belajar Nyaman

Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, 18 April 2026 – Suasana hangat menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SD Negeri 5 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Lantunan lagu Rukun Sama Teman yang dinyanyikan para siswa mengiringi peresmian 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) yang tersebar di seluruh wilayah Sumatra Barat. Fasilitas ini dibangun sebagai respons atas bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025, dengan total anggaran sebesar Rp1,3 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa selain pembangunan RKD, pada tahun 2026 Kemendikdasmen juga mengalokasikan program revitalisasi pascabencana bagi 322 satuan pendidikan di Sumatra Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 301 sekolah akan direvitalisasi melalui skema swakelola, sementara 21 lainnya dikerjakan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.
“Sebanyak 322 satuan pendidikan tersebut terdiri atas 84 PAUD, 169 SD, 35 SMP, 26 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB. Hingga saat ini, progres pembangunan tahap pertama telah mencapai 70 persen dengan nilai anggaran sebesar Rp167,53 miliar. Upaya revitalisasi ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di Sumatra Barat dapat kembali berjalan optimal,” ujar Abdul Mu’ti di Padang Pariaman, Jumat (17/4).
Keberhasilan pembangunan RKD ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, masyarakat, hingga mitra strategis lainnya yang turut mendukung proses pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Mendikdasmen juga mengapresiasi semangat belajar para siswa SDN 5 Batang Anai yang telah memanfaatkan RKD serta fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD.
Ia pun berpesan kepada para siswa untuk terus semangat dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, RKD yang ada saat ini bersifat sementara hingga pembangunan kembali gedung sekolah selesai, sehingga kegiatan belajar dapat kembali berlangsung secara normal dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Kebahagiaan Siswa Kembali Belajar di Kelas
Kehadiran ruang kelas darurat disambut antusias oleh para siswa. Mutia, siswi kelas enam SDN 5 Batang Anai, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat kembali belajar di ruang kelas setelah sebelumnya harus mengikuti pembelajaran di tenda darurat.
Ia menyampaikan bahwa kini dirinya bersama teman-temannya sudah dapat belajar dengan fasilitas yang lebih layak, seperti bangku, meja, papan tulis, serta ruang belajar yang terlindungi. Ia berharap sekolahnya segera dibangun kembali agar kegiatan belajar dapat berjalan sepenuhnya normal.
Hal serupa disampaikan oleh Fahira Romadona Putri, siswa kelas lima, yang mengaku senang menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Mendikdasmen. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan sehingga mereka dapat kembali belajar dengan nyaman.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Batang Anai, Gusniarti, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan lima RKD di sekolah tersebut. Ia menjelaskan bahwa banjir sebelumnya telah merusak hampir seluruh ruang kelas, menyisakan satu ruang perpustakaan. Pembangunan RKD yang rampung dalam waktu sepuluh hari dinilai sangat membantu pemulihan proses belajar mengajar.
Secara keseluruhan, Kemendikdasmen telah membangun 26 RKD di Sumatra Barat, dengan rincian 21 unit di Kabupaten Agam dan 5 unit di Kabupaten Padang Pariaman.




