Berita Umum

Pemerintah Perkuat Dukungan Perfilman Nasional, Indonesia Siapkan Langkah ke Cannes 2026

Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan industri perfilman nasional melalui kolaborasi dengan pelaku industri kreatif. Komitmen tersebut tercermin dalam audiensi antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dan rumah produksi Bintang Cahaya Sinema di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperluas kiprah perfilman Indonesia di tingkat internasional, termasuk dukungan terhadap partisipasi film Indonesia pada ajang Marche du Film Festival de Cannes 2026, penguatan ekosistem perfilman daerah, hingga peluang kerja sama pembiayaan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, CEO sekaligus Founder Bintang Cahaya Sinema, Rizka Shakira, mengungkapkan rencana membawa 15 proyek film Indonesia ke Marche du Film Festival de Cannes 2026. Dari jumlah tersebut, tiga film saat ini tengah memasuki tahap produksi, yakni Petarung, Di Sini Bukan Rumahku yang diadaptasi dari kisah nyata Hanako, serta Paraji: Keris Brojol.

Menurut Rizka, keikutsertaan dalam forum perfilman internasional menjadi peluang penting untuk memperkenalkan karya sineas Indonesia kepada pasar global sekaligus membangun jejaring dengan pelaku industri film dunia.

Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan festival film di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman daerah dan membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang, mulai dari aktor, sutradara, hingga komunitas kreatif.

Selain itu, proyek film Paraji: Keris Brojol disebut akan melibatkan riset budaya yang mendalam. Untuk itu, pihaknya berharap adanya dukungan pemerintah, baik dalam bentuk fasilitasi narasumber maupun pemanfaatan skema kolaborasi yang tersedia di Kementerian Kebudayaan.

Aktor Ence Bagus yang turut hadir dalam audiensi tersebut menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan perfilman daerah. Menurutnya, keterbatasan akses bioskop di sejumlah wilayah bukan alasan untuk menghentikan geliat industri film lokal.

Ia mengungkapkan keinginan menghadirkan festival film dengan konsep pemutaran outdoor di Kuningan sekaligus mendorong lebih banyak produksi film dilakukan di daerah tersebut.

Menanggapi berbagai rencana itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan perfilman nasional melalui berbagai pola kerja sama yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, dukungan pembiayaan dapat dilakukan melalui mekanisme matching fund bersama institusi yang diakui pemerintah, termasuk melalui program Dana Indonesiaraya. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi lintas negara guna memperluas jangkauan perfilman Indonesia di pasar internasional.

Menurut Fadli Zon, dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem perfilman, fasilitasi pemutaran karya, pengembangan jejaring industri, hingga dukungan berbasis pengetahuan untuk memperkuat konten budaya dalam film Indonesia.

Ia berharap partisipasi Indonesia dalam festival-festival internasional, termasuk Cannes, dapat semakin kuat dan mampu menarik perhatian publik dunia terhadap karya sineas Tanah Air.

Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah mempererat sinergi antara pemerintah dan industri kreatif guna meningkatkan daya saing perfilman Indonesia di tingkat global, sekaligus memperkuat identitas budaya nasional melalui karya sinema.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button