Kemdiktisaintek dan Alumni Britania Raya Bahas Penguatan SDM serta Transformasi Pendidikan Tinggi
Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas kolaborasi strategis untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satunya dilakukan melalui pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Indonesian Association of British Alumni (IABA) atau Ikatan Alumni Britania Raya di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (11/5).
Dalam audiensi tersebut, Menteri Brian menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi luar negeri merupakan aset penting bagi Indonesia karena memiliki pengalaman, wawasan global, serta jejaring internasional yang dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan nasional.
Menurutnya, berbagai negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok berhasil berkembang pesat salah satunya karena mampu memanfaatkan potensi lulusan luar negeri dan diaspora untuk mendukung pembangunan negara.
Meski demikian, Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengiriman mahasiswa ke luar negeri dengan penguatan kualitas perguruan tinggi di dalam negeri.
Ketua Umum Indonesian Association of British Alumni, Triono Junoasmono, menjelaskan bahwa saat ini IABA memiliki sekitar 600 lulusan doktoral yang aktif terlibat dalam kepengurusan organisasi.
Ia menyebut jumlah alumni Indonesia dari perguruan tinggi di Britania Raya diperkirakan mencapai 10 ribu hingga 20 ribu orang, dengan tambahan sekitar 3 ribu lulusan baru setiap tahunnya. Menurutnya, jejaring alumni tersebut siap mendukung berbagai program penguatan pendidikan tinggi yang dijalankan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Menteri Brian mendorong pengembangan kerja sama antarkampus yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berorientasi pada transfer kapasitas bagi perguruan tinggi di Indonesia.
Beberapa bentuk kolaborasi yang didorong antara lain program joint degree, double degree, mentorship professor, hingga pengembangan program riset dan pendidikan bersama.
Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki peluang kerja sama penguatan kapasitas universitas dengan sejumlah kampus ternama di Inggris, seperti University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat membuka ruang tindak lanjut dan kolaborasi teknis guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi nasional.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan nasional yang berdaya saing global.
Melalui kolaborasi dengan jejaring alumni internasional dan berbagai pemangku kepentingan, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia agar mampu menghasilkan talenta unggul yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





