Berita Umum

Pramono Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong

PIK 2 Dinilai Berpotensi Jadi Kawasan Wisata Religi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong yang berada di kawasan Riverwalk Island, PIK 2, Jakarta Utara, Minggu (17/5). Kehadiran rumah ibadah tersebut diharapkan menjadi lambang toleransi dan kerukunan antarumat beragama di ibu kota.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan penghargaan kepada umat, pengurus Yayasan Sanggar Sinar Suci, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kelenteng secara gotong royong.

Menurutnya, pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong tidak hanya sebatas menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga memiliki makna penting dalam memperkuat nilai persatuan, keharmonisan sosial, dan toleransi di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk.

Pramono menilai keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Jakarta dalam mewujudkan diri sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga dari terjaganya harmoni sosial dan kehidupan spiritual warganya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, terus berupaya memberikan dukungan terhadap kebebasan beragama dengan memastikan setiap masyarakat memiliki ruang ibadah yang aman dan layak.

Selain difungsikan sebagai tempat beribadah, Pramono berharap Kelenteng Tian Fu Gong dapat berkembang menjadi ruang interaksi sosial, pusat pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata religi di Jakarta.

Ia juga berharap keberadaan kelenteng tersebut mampu menumbuhkan semangat kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat serta memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang menghargai keberagaman budaya dan tradisi.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti konsep kawasan religi terpadu di Riverwalk Island PIK 2. Di area tersebut telah berdiri sejumlah rumah ibadah dari berbagai agama, di antaranya Masjid Al-Ikhlas, rumah ibadah umat Buddha, Kelenteng Tian Fu Gong bagi umat Tridharma dan Taoisme, serta rencana pembangunan gereja Katolik.

Menurutnya, keberadaan beberapa rumah ibadah dalam satu kawasan menjadi gambaran nyata keberagaman Indonesia yang hidup berdampingan secara harmonis.

Ia menilai kawasan yang dikelola pihak swasta tersebut berhasil menunjukkan praktik toleransi dan kebersamaan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Lebih jauh, Pramono melihat potensi besar PIK 2 untuk berkembang sebagai tujuan wisata religi dan budaya baru di Jakarta. Untuk mendukung hal itu, Pemprov DKI Jakarta disebut tengah mengkaji pengembangan akses transportasi menuju kawasan tersebut, termasuk kemungkinan pembangunan jalur LRT Jakarta yang terhubung langsung dengan PIK 2.

Dengan dukungan konektivitas yang semakin baik, ia optimistis kawasan tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik baru wisata Jakarta di masa mendatang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button