Berita UmumEkonomi

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Perkuat Langkah Stabilisasi

Jakarta, 4 Juni 2026 — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.

Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka di level Rp17.995 per dolar AS atau melemah 28,5 poin (0,16 persen) dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.966 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan sehari sebelumnya. Pada Rabu pagi, mata uang Garuda tercatat melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.878 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.839 per dolar AS.

Pelemahan berlanjut hingga penutupan perdagangan Rabu sore. Rupiah ditutup turun 127,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar AS. Bahkan dalam perkembangan terbaru, nilai tukar rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.020 per dolar AS.

Melemahnya rupiah mencerminkan tingginya tekanan eksternal yang dihadapi perekonomian global saat ini. Ketidakpastian pasar keuangan internasional, konflik geopolitik, serta penguatan dolar AS menjadi faktor yang membebani pergerakan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia (BI) terus melakukan berbagai langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing. BI juga menerapkan pengaturan transaksi valuta asing tunai dengan batas maksimal setara USD25.000 per bulan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar.

Meski menghadapi tekanan, otoritas moneter menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Pergerakan rupiah menjadi perhatian karena dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari harga barang impor, biaya produksi industri, hingga daya beli masyarakat. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus bersinergi menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

(Diolah dari berbagai sumber)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button