Berita Umum

Gubernur Pramono Tinjau Penataan Kabel Udara di Tebet, Target Lima Tahun Jakarta Bebas Kabel Semrawut

RuangVeritas.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Penataan jaringan utilitas tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menciptakan tata kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Pramono menyampaikan bahwa proses pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian dalam lima tahun mendatang. Kebijakan tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025.

“Dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita sudah memiliki landasan hukum yang kuat untuk menata kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah. Saya menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh kabel udara di Jakarta sudah dapat diturunkan sehingga perubahan wajah ibu kota bisa terlihat secara signifikan,” kata Pramono.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) maupun pihak swasta. Percepatan penataan jaringan utilitas dilakukan melalui konsep 5M, yang meliputi pemanfaatan SJUT, relokasi secara mandiri, pengikatan kabel udara, pemotongan kabel yang sudah tidak digunakan, serta menaikkan posisi kabel yang menjuntai.

“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” ujarnya.

Pembangunan SJUT di sejumlah lokasi saat ini terus dikebut. Berdasarkan catatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, total jaringan SJUT yang telah selesai dibangun mencapai 41,7 kilometer. Sejumlah ruas yang menjadi prioritas, salah satunya Jalan Dr. Supomo, ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan bahwa pengerjaan SJUT dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Untuk meminimalkan dampak pekerjaan terhadap pengguna jalan, rekayasa lalu lintas serta sosialisasi terus dilaksanakan bersama Dinas Perhubungan.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong para pemilik jaringan utilitas untuk terlibat langsung dalam proses penataan. Di wilayah yang belum memiliki akses SJUT, pemilik utilitas didorong melakukan relokasi secara mandiri agar proses penataan dapat berlangsung lebih cepat dan mencakup lebih banyak kawasan.

Penataan jaringan utilitas juga mulai menyasar jaringan kelistrikan. PT PLN (Persero) tengah mempersiapkan desain sekaligus melakukan uji coba boks pembagi tegangan rendah sebagai tahap awal sebelum penerapan Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR) dilakukan secara lebih luas.

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan uji coba tersebut diperlukan untuk memastikan sistem yang akan diterapkan memenuhi aspek keselamatan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.

“Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh,” ungkap Eryan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button