PendidikanTeknologi

Alumni Unsoed Asal Cilacap Bawa Startup Energi HIEREN Tembus Silicon Valley

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi melalui kiprah alumninya di tingkat internasional. Rafi Ashza Sejati, lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed angkatan 2022, sukses membawa startup rintisannya, HIEREN, masuk ke ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.

Rafi merupakan salah satu tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed. Dalam proses pengembangannya, ia mendapat pendampingan dari Nur Wijayanti, S.TP., M.P., dan Ratna Satriani, S.P., M.Sc., di bawah arahan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.

Perjalanan HIEREN menuju panggung internasional bermula setelah startup tersebut masuk dalam jajaran Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero). Melalui program Pertamuda Overseas, Rafi kemudian mengikuti rangkaian kegiatan internasional di Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.

HIEREN sendiri mulai dirintis sejak Rafi masih berstatus mahasiswa. Startup tersebut dikembangkan sebagai social enterprise di bidang energi terbarukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat desa. Teknologi yang dihadirkan berupa sistem modular plug and play yang dapat digunakan tanpa proses perakitan rumit, mampu beroperasi selama 24 jam, serta dilengkapi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mendukung pengelolaan energi secara mandiri oleh masyarakat.

Ide pengembangan HIEREN lahir dari pengalaman pribadi Rafi sebagai pemuda asal Cilacap yang melihat langsung tantangan akses energi di wilayah pesisir dan pedesaan. Dari persoalan tersebut, ia berupaya menghadirkan solusi energi yang lebih mudah diakses dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama berada di Silicon Valley, Rafi berkesempatan mengunjungi Google dan bergabung dalam berbagai forum startup global, termasuk komunitas Startup Grind. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan inovasi berbasis desa dari Indonesia kepada komunitas global.

Menurut Rafi, pencapaiannya bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga membawa semangat daerah dan kampus asalnya ke tingkat dunia. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain agar lebih berani menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rafi mengatakan dirinya datang ke Amerika Serikat tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mewakili Unsoed, Cilacap, dan semangat generasi muda desa Indonesia. Ia ingin menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari daerah pun mampu bersaing di level internasional.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, S.TP., M.P., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Rafi membuktikan bahwa mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki potensi bersaing secara global apabila didukung melalui pembinaan, pendampingan, dan ekosistem inovasi yang tepat.

Menurutnya, keberhasilan HIEREN menjadi bukti bahwa inovasi yang tumbuh dari lingkungan kampus dan masyarakat desa dapat diterima di tingkat internasional. Pusat Inkubator Bisnis Unsoed pun berkomitmen terus mendukung lahirnya startup muda yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Kisah perjalanan Rafi dari desa di Cilacap hingga menembus Silicon Valley menjadi gambaran bahwa inovasi berbasis masyarakat lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button