Pendidikan

Mendiktisaintek Tekankan Peran Kampus dalam Membentuk Karakter Generasi Muda

Minahasa Utara, RuangVeritas.com –  Perguruan tinggi dinilai memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mencetak lulusan berprestasi secara akademik. Kampus juga harus menjadi ruang pembentukan karakter yang mampu melahirkan generasi muda berintegritas dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Klabat (Unklab), Kamis (11/6).

Dalam dialog bersama sivitas akademika, Menteri Brian menyoroti pentingnya membangun budaya kampus yang berkualitas melalui perhatian terhadap berbagai aspek sederhana yang sering kali dianggap sepele. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan, keteraturan, dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah perguruan tinggi terbaik di dunia mampu menciptakan lingkungan belajar yang unggul karena konsisten membangun standar kualitas hingga ke detail-detail kecil. Lingkungan yang tertata dan disiplin selama masa pendidikan akan membentuk pola pikir mahasiswa untuk menghadirkan pelayanan terbaik ketika terjun ke tengah masyarakat.

Selain itu, Menteri Brian mendorong agar praktik-praktik positif yang telah diterapkan di lingkungan kampus dapat diperluas manfaatnya kepada masyarakat sekitar. Upaya pengelolaan kebersihan dan penanganan sampah, misalnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab internal kampus, tetapi juga dapat menjadi contoh nyata dalam membangun budaya hidup yang lebih baik di lingkungan sekitar.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam memperkuat implementasi program Diktisaintek Berdampak. Melalui kebijakan ini, perguruan tinggi didorong untuk semakin aktif mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Brian memberikan apresiasi terhadap pendekatan pendidikan yang diterapkan Universitas Klabat. Perguruan tinggi yang berdiri sejak 1965 itu dikenal mengembangkan sistem pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter, spiritualitas, kepedulian sosial, serta kesehatan fisik mahasiswa.

Menurutnya, model pendidikan yang memperhatikan pengembangan manusia secara menyeluruh menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menteri Brian juga mengingatkan bahwa dosen dan tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu membentuk karakter, etos kerja, serta cara berpikir generasi penerus Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unklab, Danny Ivan Rantung, menjelaskan bahwa konsep pendidikan di kampusnya dirancang untuk mengembangkan mahasiswa secara utuh. Melalui sistem boarding campus, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang mencakup aspek mental, sosial, spiritual, dan fisik.

Ia menambahkan bahwa Unklab turut menerapkan mekanisme subsidi silang guna membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi hingga menyelesaikan studi mereka.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan nasional.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button