Kemendikdasmen Bersama UNESCO Dorong Peran Generasi Muda dalam Menjaga Keberlanjutan Lingkungan
Jakarta, RuangVeritas.com – Keberlangsungan pangan, ekosistem laut, serta kualitas kehidupan masyarakat Indonesia di masa depan tidak terlepas dari peran generasi muda dalam memahami dan melindungi lingkungan. Karena itu, dunia pendidikan perlu memberikan ruang pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kondisi nyata agar murid mampu berkontribusi menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berpartisipasi dalam National Forum on Education for Sustainable Development (ESD) atau Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar oleh UNESCO bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta, Senin (15/6).
Forum yang mengusung tema “Biosphere Reserves and Oceans as Learning Spaces for People and the Planet” ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, sektor swasta, hingga mitra pembangunan internasional. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk membahas penguatan kebijakan pendidikan berkelanjutan sekaligus memperluas kerja sama dalam menjaga lingkungan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk manusia Indonesia secara menyeluruh. Menurutnya, generasi masa depan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kepedulian, serta kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan global saat ini membutuhkan keseimbangan antara kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan kepedulian sosial. Hal tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Pembelajaran harus mampu membawa murid lebih dekat dengan lingkungan di sekitarnya. Pendidikan bukan hanya membekali manusia agar mampu menjalani kehidupan, tetapi juga membangun kesadaran untuk merawat bumi,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, Kemendikdasmen terus memperkuat penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yakni proses belajar yang mendorong murid memahami materi secara reflektif, relevan, dan memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, lingkungan tidak lagi hanya menjadi bahan kajian, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Pendidikan berkelanjutan juga dinilai mampu membentuk karakter murid agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap sesama, serta semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia.
Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, mengatakan bahwa berbagai persoalan dunia seperti perubahan iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati, dan kerusakan ekosistem membutuhkan perubahan besar dalam cara pendidikan diterapkan.
“ESD bukan hanya mengenai pembelajaran tentang keberlanjutan, tetapi juga bagaimana mengubah cara kita belajar, mengajar, serta membangun hubungan dengan lingkungan sekitar,” jelas Maki.
Dalam upaya memperkuat pendidikan berbasis lingkungan, UNESCO bersama mitra melalui proyek Sustaining Our Oceans (SOO) yang mendapat dukungan dari Fast Retailing (UNIQLO), terus mengembangkan kapasitas pendidik dan masyarakat agar mampu menjadi penggerak perubahan dalam pelestarian laut.
Program tersebut telah diterapkan di Wakatobi dengan menghadirkan bahan ajar yang menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan ekologis masyarakat setempat. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman dan kehidupan peserta didik.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis paket pembelajaran Wakatobiku kepada Mendikdasmen. Penyerahan ini menjadi bentuk kerja sama antara pemerintah, UNESCO, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pembangunan dalam memperkuat pendidikan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemendikdasmen berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh sebagai individu berpengetahuan, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di masa depan.





