Perluas Akses Pendidikan Global, Kemendikdasmen Fasilitasi Beasiswa Internasional bagi Pelajar Kalimantan Barat
Jakarta, RuangVeritas.com – Upaya memperluas peluang pendidikan berkualitas bagi generasi muda terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai mitra internasional. Komitmen tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghadiri secara langsung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Trilateral Program Beasiswa Pendidikan Internasional yang berlangsung di Gedung SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6).
Kerja sama yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, serta PT Konsumen Indonesia ini memberikan kesempatan kepada sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak untuk melanjutkan pendidikan di Tiongkok. Para siswa tersebut sebelumnya telah menunjukkan kemampuan dan wawasan kebangsaan melalui ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR-RI.
Melalui program ini, penerima beasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga mendapatkan pembekalan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri global. Pendidikan yang ditempuh diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki daya saing serta kesiapan menghadapi dunia kerja internasional.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri tersebut. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
“Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang keempat, kami menerjemahkan kebijakan tersebut melalui visi pendidikan bermutu untuk semua dengan melibatkan partisipasi dari berbagai pihak,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga memberikan penghargaan kepada anggota Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karyasuda, yang turut menggagas program tersebut. Abdul Mu’ti menilai inisiatif ini menjadi contoh nyata kepedulian terhadap kemajuan pendidikan generasi muda.
“Ini merupakan gambaran bagaimana seorang murid memberikan kontribusi bagi almamaternya, sekaligus bagaimana seorang tokoh memberikan pengabdian bagi bangsa dan negara,” katanya.
Sementara itu, Rifqinizamy menjelaskan bahwa program beasiswa ini dirancang tidak hanya untuk memberikan kesempatan belajar, tetapi juga mempersiapkan lulusan agar mampu langsung berkontribusi di sektor industri.
Ia menyebut terdapat dua skema utama dalam program tersebut. Skema pertama berupa beasiswa pendidikan penuh, termasuk biaya studi hingga selesai serta fasilitas tempat tinggal di asrama.
“Beasiswa pertama adalah beasiswa studi. Pendidikan mereka akan ditanggung hingga selesai dan selama masa studi mereka juga akan tinggal di asrama,” jelas Rifqi.
Selain pendidikan akademik, peserta juga akan mendapatkan pengalaman pembelajaran yang menggabungkan penguasaan ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter kerja yang kuat.
Adapun skema kedua memberikan peluang kerja bagi lulusan yang memenuhi standar akademik tertentu. PT Semen Conch Indonesia (Conch Group) berkomitmen memberikan kesempatan kerja bagi penerima beasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Yangzhou Polytechnic Institute dengan capaian akademik yang baik.
Program ini menargetkan lahirnya tenaga profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kalimantan Barat. Peserta akan mempelajari sejumlah bidang strategis, mulai dari teknik analisis kimia, konstruksi bangunan, mekatronika, hingga pemasaran digital dan perdagangan elektronik.
Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa penerima beasiswa juga akan menjalani program magang di dunia industri. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting agar mereka memiliki keterampilan praktis dan kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membuka kesempatan baru bagi anak-anak daerah untuk mengakses pendidikan bertaraf internasional.
Ia berpesan kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Gunakan peluang ini sebaik mungkin, belajar dengan tekun, jaga nama baik daerah dan bangsa, serta kembalilah nanti dengan ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun Kalimantan Barat,” pesannya.
Kolaborasi pendidikan internasional ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan vokasi yang inklusif dan memiliki daya saing dunia. Para penerima beasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar dengan standar global, berinteraksi langsung dengan lingkungan industri, serta dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.





