IFP Hadirkan Cara Baru Mengajar, Video Digital dan Fitur Anotasi Tingkatkan Interaksi di Kelas
Jakarta, RuangVeritas.com – Selama tiga dekade mengabdikan diri sebagai pengajar Pendidikan Jasmani, Ahmad Fahrudin telah melalui berbagai perubahan dalam dunia pendidikan. Beragam metode telah ia gunakan untuk membantu siswa memahami teknik dan gerakan olahraga. Namun, kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) membawa pengalaman baru yang membuat pembelajaran olahraga menjadi lebih dinamis dan mudah dipahami.
Guru PJOK SMPN 2 Kutasari, Purbalingga, tersebut mengaku penggunaan IFP mengubah cara dirinya menyampaikan materi, terutama ketika mengajarkan Senam Anak Indonesia Hebat.
“Dulu saya harus memberikan contoh gerakan berkali-kali karena setiap siswa memiliki kemampuan memahami yang berbeda. Dengan IFP, saya dapat menampilkan video panduan dengan tampilan yang jelas dan suara yang mendukung. Melihat siswa lebih bersemangat mengikuti gerakan melalui tayangan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya setelah 30 tahun mengajar,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, sejumlah fitur pada IFP sangat membantu kegiatan belajar, terutama video interaktif, screen mirroring, serta fasilitas anotasi yang memungkinkan guru memberikan penjelasan langsung pada tampilan layar.
Dalam pembelajaran olahraga yang membutuhkan pemahaman gerak secara visual, fitur anotasi memberikan kemudahan bagi guru untuk memperjelas materi.
“Saya bisa menghentikan video pada bagian tertentu, lalu memberi tanda atau catatan pada layar untuk menjelaskan posisi tubuh yang tepat. Dengan cara ini, siswa lebih cepat memahami gerakan tanpa harus selalu menunggu contoh langsung dari guru,” jelas Ahmad.
Tidak hanya dalam pelajaran olahraga, pemanfaatan IFP juga memberikan pengalaman berbeda bagi pembelajaran IPA. Patmiarsih Winarni, guru IPA SMPN 2 Kutasari yang telah mengajar selama 25 tahun, menyampaikan bahwa teknologi tersebut membuat suasana kelas lebih interaktif.
Menurut Patmiarsih, IFP membantu guru menghadirkan berbagai sumber belajar secara lebih praktis, mulai dari video pembelajaran, materi presentasi, tayangan digital, hingga informasi aktual yang berkaitan dengan pelajaran.
“Hal yang paling menarik adalah ketika siswa mengikuti kuis dan permainan edukasi melalui IFP. Mereka terlihat lebih aktif dan antusias. Bahkan siswa yang biasanya kurang fokus menjadi lebih tertarik karena pembelajaran terasa seperti aktivitas yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fitur papan tulis digital, anotasi, dan screen mirroring menjadi bagian yang sering dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Guru dapat mencari materi tambahan dengan cepat, memberikan catatan langsung, dan menyesuaikan cara penyampaian dengan karakter siswa. Ada siswa yang lebih mudah belajar melalui gambar dan video, ada yang melalui suara, dan ada pula yang lebih memahami ketika mereka ikut berinteraksi langsung dengan layar,” jelasnya.
Bagi para pendidik, kehadiran IFP tidak hanya membantu menyampaikan materi, tetapi juga membuat proses pembelajaran lebih efektif. Guru dapat menghemat waktu, mengurangi pengulangan penjelasan, serta menghadirkan berbagai metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Sementara bagi siswa yang terbiasa dengan teknologi digital, pembelajaran berbasis IFP membuat mereka lebih tertarik untuk mengikuti pelajaran. Mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta terdorong untuk mengeksplorasi materi secara mandiri.
Para guru berharap penggunaan IFP dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kompetensi guru, dukungan infrastruktur digital, serta penyediaan materi pembelajaran yang semakin interaktif. Dengan dukungan tersebut, teknologi di ruang kelas dapat berfungsi lebih optimal sebagai alat pendukung terciptanya pembelajaran yang kreatif dan bermakna.
Sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025 telah mendistribusikan satu unit Interactive Flat Panel ke 45.357 sekolah di Provinsi Jawa Tengah.
Di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 824 sekolah menerima bantuan perangkat tersebut. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyambut baik berbagai program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui program Digitalisasi Pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel.





