Pendidikan

MPLS Ramah 2026 Dorong Hari Pertama Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

Jakarta, RuangVeritas.com – Hari pertama memasuki sekolah merupakan pengalaman penting yang dapat meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta didik. Pengalaman awal tersebut berpengaruh terhadap rasa percaya diri, motivasi belajar, hingga kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 agar proses adaptasi murid baru berlangsung dalam suasana yang aman, bermakna, dan menyenangkan.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026, Kemendikdasmen terus mengintensifkan sosialisasi petunjuk teknis pelaksanaan MPLS Ramah. Regulasi tersebut membawa sejumlah penyempurnaan, mulai dari penambahan durasi kegiatan menjadi lima hari, kewajiban sekolah menyampaikan informasi pelaksanaan kepada orang tua sebelum MPLS dimulai, hingga penegasan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai dasar penyelenggaraan kegiatan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebelumnya menegaskan bahwa pengalaman pertama anak di sekolah harus mampu menghadirkan rasa senang dan nyaman. Menurutnya, sekolah semestinya menjadi ruang belajar yang aman sekaligus menjadi rumah kedua bagi setiap peserta didik.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto. Ia menuturkan bahwa seluruh rangkaian MPLS Ramah diselenggarakan dengan mengedepankan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sehingga peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang mendukung perkembangan mereka secara optimal.

Sementara itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, menilai bahwa sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang berprestasi secara akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, terlindungi, dan bahagia selama menempuh pendidikan.

Dalam webinar Bincang SMA bertema Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang SMA: MPLS Ramah, Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA, Yuli menjelaskan bahwa kesan yang diperoleh peserta didik sejak hari pertama akan memengaruhi antusiasme belajar, kepercayaan diri, hingga kemampuan mereka beradaptasi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pelaksanaan MPLS memiliki peran strategis sebagai fondasi awal perjalanan pendidikan siswa.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh kegiatan MPLS wajib dilaksanakan secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan, kekerasan, maupun aktivitas yang dapat merendahkan martabat peserta didik. Melalui konsep MPLS Ramah, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan tetap menghormati hak, potensi, serta cita-cita setiap anak.

Lebih lanjut, Yuli menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MPLS tidak dapat dicapai oleh sekolah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat agar seluruh peserta didik memperoleh pengalaman awal yang positif. Selain menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memahami karakter, potensi, serta kebutuhan belajar setiap murid sejak hari pertama mereka bergabung.

Penerapan MPLS Ramah di Sekolah

Implementasi konsep MPLS Ramah telah dijalankan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala sekolah, Sri Moerni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun hubungan yang erat antara sekolah, peserta didik, dan orang tua. Menurutnya, MPLS Ramah merupakan prosesi penyambutan bagi para siswa baru beserta keluarganya sebagai bagian dari komunitas sekolah, sekaligus awal proses pendampingan untuk membantu mereka mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Utami, dalam webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) MPLS Ramah yang diselenggarakan Puspeka. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan MPLS saat ini mengacu pada tiga prinsip utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Artinya, seluruh rangkaian kegiatan harus menghormati hak-hak peserta didik, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak menimbulkan beban tambahan bagi orang tua maupun siswa.

Rusprita menambahkan bahwa penambahan durasi MPLS menjadi lima hari memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Selain memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan murid, masa pengenalan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan awal terhadap potensi, bakat, minat, kemampuan literasi dan numerasi, serta kondisi sosial-emosional peserta didik. Ia menegaskan bahwa seluruh proses MPLS harus terbebas dari segala bentuk perpeloncoan, kekerasan, pungutan, maupun kewajiban penggunaan atribut yang memberatkan peserta didik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button