PKW Kemendikdasmen dan Dekranas Cetak Generasi Baru Perajin Wastra Indonesia
Makassar, RuangVeritas.com – Upaya menjaga keberlanjutan warisan wastra Nusantara terus diperkuat melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dewan Kerajina n Nasional (Dekranas). Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menenun kepada generasi muda, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan berwirausaha sehingga tradisi lokal dapat terus lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Komitmen tersebut terlihat dalam Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Makassar, Kamis (9/7). Pada ajang itu, para lulusan PKW menampilkan secara langsung proses pembuatan kain tenun tradisional di hadapan pengunjung. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan menenun tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bekal masa depan.
Program PKW hasil kolaborasi Kemendikdasmen dan Dekranas telah berjalan sejak 2020. Melalui pendampingan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Dit. Suslat), lebih dari 5.700 peserta telah dibina menjadi perajin sekaligus pelestari wastra dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan nonformal berbasis kecakapan hidup yang melibatkan jaringan Dekranas dan Dekranasda di seluruh Indonesia.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menyampaikan bahwa partisipasi para alumnus dalam pameran menjadi bukti keberhasilan pendidikan nonformal dalam mengembangkan keterampilan yang bernilai budaya sekaligus ekonomi. Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan peserta memiliki potensi untuk dikenal lebih luas hingga mampu bersaing di pasar internasional.
“Produk yang dipamerkan pada HUT ke-46 Dekranas menjadi bukti nyata keberhasilan Program PKW hasil kolaborasi Kemendikdasmen dan Dekranas. Para peserta tidak hanya belajar menjaga tradisi wastra, tetapi juga memperoleh bekal kewirausahaan,” ujar Yaya.
Keberhasilan program tersebut tercermin dari pengalaman Wahyuni, peserta PKW dari Dekranasda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Ketertarikannya mempelajari teknik tenun gebeng berawal dari keinginan melanjutkan tradisi yang selama ini lebih banyak ditekuni para perajin senior. Berkat pelatihan yang diikuti, kini ia mampu memproduksi sedikitnya dua lembar kain setiap bulan dan telah melayani berbagai pesanan dari pelanggan.
Cerita serupa datang dari Sinta. Meski telah mengenal tenun songket sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia memilih mengikuti PKW untuk memperluas keterampilannya, termasuk mempelajari teknik tenun gebeng serta proses pembuatan benang menggunakan pewarna alami. Kini, hasil tenun yang dibuatnya dipasarkan melalui berbagai marketplace dan media sosial sehingga jangkauan konsumennya semakin luas.
Bagi Wahyuni maupun Sinta, Program PKW telah memberikan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Pelatihan tersebut menjadi pintu menuju kemandirian ekonomi karena hasil penjualan kain tenun mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menambah pendapatan keluarga. Kehadiran generasi muda seperti mereka menjadi harapan baru bagi keberlangsungan wastra Indonesia agar tetap lestari, berkembang, dan memiliki daya saing di tengah dinamika industri kreatif.





