Kemendikdasmen Raih Apresiasi atas Implementasi Program Prioritas Pendidikan Pemerintahan Presiden Prabowo
Jakarta, RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat apresiasi atas capaian kinerjanya dalam menjalankan sejumlah program prioritas pemerintah di sektor pendidikan. Penghargaan tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat menghadiri acara Bedah Buku Bermutu bertajuk Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto yang digelar di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (7/7), bertepatan dengan peringatan Hari Pustakawan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Qodari menilai Kemendikdasmen menjadi salah satu kementerian yang bergerak cepat menerjemahkan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto ke dalam berbagai program nyata. Menurutnya, sejumlah agenda strategis di bidang pendidikan telah dijalankan sebagai bentuk implementasi komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut sejumlah program, seperti cek kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, hingga penyediaan panel interaktif digital sebagai bagian dari langkah konkret yang kini telah berjalan di bawah koordinasi Kemendikdasmen.
“Terlepas dari berbagai tantangan teknokratis yang ada, Presiden telah merealisasikan janji-janji kampanyenya dengan sangat cepat. Banyak program yang beliau gagas berada di lingkup Kemendikdasmen dan kini sudah mulai dirasakan manfaatnya,” ujar Muhammad Qodari.
Lebih lanjut, Qodari memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran Kemendikdasmen yang dinilainya bekerja tanpa mengenal lelah dalam menangani berbagai program pendidikan. Ia menilai kementerian tersebut mengemban tanggung jawab besar karena melayani jutaan peserta didik, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, padatnya agenda kerja yang dijalankan Kemendikdasmen berhasil dikelola dengan baik sehingga berbagai program tetap dapat berjalan secara lancar. Ia berharap kinerja tersebut dapat terus dipertahankan pada masa mendatang.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan kementeriannya merupakan bagian dari upaya mendukung agenda besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Seluruh program yang diamanahkan pemerintah, kata dia, diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengacu pada salah satu pembahasan dalam buku Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Karena itu, Kemendikdasmen terus mengintegrasikan berbagai kebijakan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, pendidik, dan masyarakat luas.
“Pada bagian yang membahas bidang pendidikan dijelaskan bagaimana berbagai persoalan dijawab melalui kebijakan dan terobosan yang menjadi amanah bagi kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkap Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, pelaksanaan program-program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Buku Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto sendiri diharapkan dapat menjadi dokumentasi berbagai kebijakan strategis pemerintah sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai implementasi program-program prioritas nasional. Melalui penyajian yang ringan dan mudah dipahami, buku tersebut juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam mengawal sekaligus mendukung transformasi pendidikan yang tengah dijalankan.
Momentum peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan ini juga dimanfaatkan Kemendikdasmen untuk menegaskan pentingnya peran pustakawan dan perpustakaan sebagai pusat literasi. Ke depan, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi bacaan, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, berdiskusi, serta menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis bagi generasi penerus bangsa.





