Pendidikan

Benchmarking SMK Batam: Upaya Kemendikdasmen Tingkatkan SDM SMK dan Penguatan Kerja Sama Industri

RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperkuat pendidikan vokasi dengan memperluas kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Sinergi tersebut menjadi strategi penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Benchmarking SMK Batam yang diikuti oleh 131 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMK dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta Kota Batam. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan mengamati secara langsung praktik terbaik di dunia industri sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Keterlibatan industri dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan memahami kebutuhan dunia kerja secara langsung, sekolah diharapkan mampu menyelaraskan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan tuntutan industri.

Kepala Bengkel Astra Daihatsu Batam, Andi Suprapto, menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan lulusan yang telah memiliki keterampilan dasar sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, bekal kompetensi sejak di bangku sekolah akan mempercepat proses adaptasi maupun pelatihan di perusahaan.

“Kami membutuhkan lulusan yang telah menguasai kompetensi dasar, khususnya pada bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan body repair. Dengan kemampuan tersebut, proses pembinaan di industri dapat berlangsung lebih efektif dan efisien,” ujarnya saat menerima kunjungan peserta Benchmarking SMK di Batam, Jumat (24/7).

Selain bidang otomotif, Andi mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja juga cukup tinggi pada sektor administrasi, terutama Administrasi Bisnis. Pesatnya perkembangan kawasan pergudangan di Batam membuat permintaan terhadap tenaga administrasi terus meningkat.

Ia berharap kerja sama dengan SMK dapat semakin diperluas sehingga lebih banyak peserta didik memperoleh kesempatan mengikuti program magang sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk direkrut setelah lulus.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi juga datang dari dunia industri. Manajer Virtual Learning PT Labtech Penta Internasional, Ferry, menilai berbagai program kolaborasi yang melibatkan sekolah, pemerintah, dan industri mampu memperkuat kompetensi peserta didik sebelum memasuki dunia kerja.

Menurutnya, Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) memberikan pengalaman belajar yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh di ruang kelas karena peserta didik berinteraksi langsung dengan budaya kerja dan teknologi yang digunakan di industri.

“Program seperti ini sangat positif karena mempertemukan pemerintah, dunia industri, dan sekolah dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Pada akhirnya, yang diperkuat adalah kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Ferry.

Dari sisi sekolah, kesiapan fasilitas praktik juga menjadi perhatian utama. Kepala SMKS Kafilul Yatim Aceh Utara, Fakhrurrazi, mengaku memperoleh banyak pembelajaran setelah melihat langsung fasilitas industri di Batam. Ia menyadari masih terdapat sejumlah peralatan praktik yang perlu dilengkapi agar proses pembelajaran semakin mendekati kondisi nyata di dunia kerja.

“Kami berharap dukungan dari Kemendikdasmen, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat pemenuhan peralatan praktik sehingga pembelajaran di sekolah semakin sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia juga berharap kemitraan antara SMK dan perusahaan terus diperluas sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan mengikuti PKL di berbagai bidang keahlian.

Manfaat kerja sama tersebut dirasakan langsung oleh Joshua, peserta didik SMKN 5 Batam yang tengah mengikuti Praktik Kerja Lapangan. Menurutnya, pengalaman belajar di industri memberikan pemahaman yang lebih konkret dibandingkan hanya mempelajari teori di sekolah.

“Belajar langsung di industri membuat saya lebih mudah memahami proses kerja. Apa yang sebelumnya terasa sulit saat praktik di sekolah menjadi lebih jelas karena saya bisa melihat dan mencoba secara langsung,” ungkap Joshua.

Selain memperkuat kolaborasi dengan industri, Direktorat SMK juga terus mendorong transformasi pembelajaran melalui digitalisasi. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dalam sistem pendidikan nasional.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran. Tidak hanya digunakan untuk menyampaikan materi, perangkat ini juga mendukung penggunaan simulator digital yang mampu mereplikasi proses kerja, penggunaan mesin, hingga teknologi yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri.

Pemanfaatan simulator berbasis digital menjadi solusi pelengkap selama proses pengadaan peralatan praktik dilakukan secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tetap dapat mempelajari prosedur kerja melalui simulasi yang interaktif, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi industri sebelum menggunakan peralatan praktik secara langsung.

Melalui integrasi pembelajaran digital, simulasi, dan praktik lapangan, Kemendikdasmen berupaya menghadirkan pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses terhadap teknologi terkini, serta menghasilkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan daya saing lebih tinggi di dunia kerja.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button