Pendidikan

Kemendikdasmen Revitalisasi SLBN Purwosari Kudus, Perkuat Fasilitas Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

RuangVeritas.com – Upaya memperluas akses terhadap pendidikan yang bermutu dan inklusif terus dilakukan pemerintah, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satunya melalui penguatan fasilitas sekolah luar biasa (SLB) agar proses pembelajaran berlangsung lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Komitmen tersebut diwujudkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui revitalisasi SLB Negeri Purwosari Kudus dengan anggaran mencapai Rp1.452.684.000. Dalam kunjungan ke Kabupaten Kudus, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan buku bacaan bermutu kepada sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Sebanyak 200 eksemplar buku diperuntukkan bagi jenjang SD dan 300 eksemplar untuk jenjang SMP. Bantuan tersebut disalurkan kepada 10 sekolah, yakni SD 3 Mlati Lor, SD 4 Undaan Kidul, SD 4 Karangrowo, SD 1 Dukuhwaringin, SMP PGRI Jekulo, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Jepara, dan SLB Negeri Pati.

Di SLB Negeri Purwosari, program revitalisasi diarahkan pada sejumlah fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan satu paket toilet, renovasi dua ruang kelas, serta perbaikan dua ruang keterampilan.

Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari tersedianya lingkungan belajar yang mendukung serta bahan bacaan yang dapat digunakan oleh seluruh peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Selain buku-buku cetak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyediakan bacaan-bacaan yang bermutu dan bahan-bahan belajar yang bermutu dalam bentuk audio book, kemudian juga video book untuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Ini adalah bagian dari usaha kami untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Ia menekankan bahwa penguatan literasi harus diwujudkan dalam praktik, bukan berhenti sebagai jargon.

“Betul-betul kami mendorong agar literasi ini tidak menjadi slogan, tapi menjadi gerakan,” katanya.

Abdul Mu’ti menambahkan, berbagai bantuan yang diberikan kepada sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat Presiden untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami berikan bantuan kepada sekolah sebagai bagian dari komitmen Bapak Presiden yang diamanahkan kepada kami untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, bantuan pemerintah pusat memberikan manfaat langsung bagi sekolah, baik melalui penyediaan buku dan media digital maupun perbaikan sarana pendidikan.

“Lewat Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah telah memberikan buku dan media digital guna memperkuat literasi, termasuk bantuan revitalisasi sekolah-sekolah di Kudus. Ini memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam rangka kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah,” tutur Sam’ani.

Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendidikan di Kabupaten Kudus.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Pak Menteri,” imbuhnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus, Edi Sujito. Menurutnya, dukungan revitalisasi sangat berarti bagi sekolah yang saat ini memberikan layanan pendidikan kepada 240 peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri. Bantuannya kami terima dan manfaatkan dengan baik,” kata Edi.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti tidak hanya menyerahkan bantuan. Ia juga melihat secara langsung kegiatan pembelajaran dan berinteraksi dengan para peserta didik SLB Negeri Purwosari.

Sejumlah siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai kegiatan, mulai dari mengulas buku cerita, membaca menggunakan huruf Braille, mengikuti Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI) bagi siswa tunarungu, hingga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran.

Mendikdasmen mengapresiasi upaya sekolah dalam menerapkan pembelajaran mendalam yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Dukungan terhadap sarana prasarana serta tersedianya bahan ajar yang inklusif menjadi bagian penting dalam membuka ruang bagi setiap anak untuk berkembang secara optimal. Hal tersebut terlihat dari penampilan salah seorang siswa SLBN Purwosari yang membacakan karya puisinya di hadapan Mendikdasmen dan Bupati Kudus.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para hadirin sekaligus menjadi gambaran bahwa ketika memperoleh dukungan pembelajaran dan lingkungan yang tepat, peserta didik berkebutuhan khusus mampu menunjukkan potensi dan prestasi yang membanggakan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button