Pendidikan

PAUD Diperkuat sebagai Fondasi Pendidikan, Anak Didorong Memiliki Semangat Belajar Sepanjang Hayat

RuangVeritas.com – Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar perkembangan sekaligus karakter belajar anak. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan layanan PAUD agar mampu menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya generasi yang memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan hal tersebut saat menutup Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-62 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8).

Menurut Fajar, revitalisasi PAUD hendaknya tidak dipahami sebatas pembangunan atau perbaikan gedung. Lebih dari itu, program tersebut perlu diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pola pikir, mental, dan kemampuan belajar anak sejak dini.

Ia menyebut hal itu sebagai pembangunan “infrastruktur kognitif”, yakni upaya menumbuhkan dorongan belajar yang berasal dari dalam diri anak serta membangun keberanian untuk bertanya dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

“Bagaimana kita bisa membangun pola pikir, mental putra-putri kita sejak usia dini untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan penting pendidikan pada jenjang PAUD adalah membangun motivasi intrinsik. Anak perlu memiliki keinginan belajar yang tumbuh secara alami, bukan semata karena dorongan dari orang dewasa.

Selain itu, budaya bertanya juga perlu dikenalkan sejak awal. Menurut Fajar, rasa ingin tahu atau curiosity merupakan modal penting yang akan membantu anak terus belajar dan memahami berbagai hal sepanjang kehidupannya.

“Pertama membangun rasa ingin belajar. Motivasi intrinsik untuk belajar harus tumbuh dari anak-anak kita. Yang kedua adalah membangun budaya bertanya. Itu dari curiosity sebenarnya,” katanya.

Atas dasar itu, Kemendikdasmen berupaya menempatkan PAUD sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pendidikan nasional. PAUD diharapkan menjadi fondasi yang menopang perjalanan pendidikan anak pada jenjang berikutnya.

“Pada intinya kami ingin meletakkan PAUD itu sebagai fondasi untuk sistem pendidikan nasional. Dan itu nanti akan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan nasional,” tegas Fajar.

Penguatan fondasi tersebut, lanjutnya, harus diiringi dengan pelaksanaan revitalisasi yang terencana dan berkualitas. Ia meminta proses pembangunan berjalan secara aman, tertib, transparan, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Peran pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan, juga dinilai penting untuk memastikan program berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah daerah diharapkan ikut mengawal satuan pendidikan yang memperoleh bantuan sejak tahap pembangunan hingga pemanfaatan hasil revitalisasi.

“Harapannya dan tentu tujuannya supaya proses pembangunan revitalisasi nanti betul-betul aman, lancar, amanah, dan dengan kualitas bangunan yang terstandar,” tuturnya.

Fajar menambahkan, kualitas lingkungan PAUD berkaitan erat dengan proses tumbuh kembang anak. Pada usia dini, anak tidak hanya membutuhkan stimulasi akademik, tetapi juga ruang yang mendukung perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan sosial emosional.

“Pendidikan pada level usia dini, pertama harus mendorong pertumbuhan fisik, motorik. Kedua, pertumbuhan kognitif. Ketiga pertumbuhan sosial emosional,” jelasnya.

Karena itu, satuan PAUD perlu dirancang sebagai tempat yang membuat anak merasa aman dan nyaman. Lingkungan yang positif akan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak untuk belajar, berinteraksi, sekaligus mengenali dan mengembangkan potensinya.

“Sekolah atau PAUD adalah rumah kedua buat anak-anak kita. Dengan suasana yang nyaman, aman, maka anak akan punya totalitas untuk belajar. Anak punya totalitas untuk mengaktualkan siapa dirinya, apa potensinya,” tutur Fajar.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau Warsita melaporkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 259 kepala satuan PAUD. Sebanyak 255 satuan pendidikan hadir dan telah menuntaskan finalisasi Rencana Anggaran dan Pelaksanaan (RAP), sedangkan empat satuan pendidikan lainnya tidak dapat mengikuti kegiatan.

Finalisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan sebelum program revitalisasi dilaksanakan. Sebelumnya, para peserta telah memperoleh pembekalan dan pendampingan terkait penyusunan perencanaan program serta anggaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan revitalisasi, perencanaan dan pilihan menu revitalisasi, mekanisme pengadaan barang dan jasa, serta pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Layanan Bantuan (SiLaB) PAUD.

Materi lain yang diberikan mencakup pengelolaan dokumen, administrasi keuangan dan perpajakan, serta mekanisme pengawasan dan pengendalian program. Pembekalan tersebut diharapkan membuat satuan pendidikan lebih siap menjalankan revitalisasi secara akuntabel.

Menjelang berakhirnya kegiatan, Fajar berpesan agar seluruh peserta melaksanakan program sesuai dengan ketentuan dan memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi anak. Ia juga mendorong satuan pendidikan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik sehingga keberhasilan revitalisasi dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah lainnya.

“Bapak Ibu adalah orang yang paling penting yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” tutup Wamendikdasmen Fajar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button