Pendidikan

SNT 14 Jepara Jadi Ruang Baru bagi Devani Mengembangkan Prestasi dan Potensi

RuangVeritas.com – Berbagai prestasi yang telah diraih Devani Fara Maritza menjadi modal awal untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Peraih prestasi dalam FTBI Sesorah Bahasa Jawa, MAPSI Khitobah, hingga Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA itu kini memulai perjalanan baru sebagai bagian dari Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara.

Bagi Devani, bergabung dengan SNT bukan sekadar memilih tempat belajar baru. Ia melihat lingkungan tersebut sebagai ruang yang dapat membantunya mengembangkan kemampuan yang selama ini telah ia tekuni, sekaligus membuka kesempatan untuk mencoba berbagai pengalaman baru.

Ketertarikannya terhadap SNT muncul setelah memperoleh informasi melalui sosialisasi Pemerintah Kabupaten Jepara. Fasilitas yang tersedia serta konsep pembelajaran yang ditawarkan menjadi alasan Devani memilih sekolah tersebut.

“Di SNT ada fasilitas seperti kolam renang dan laboratorium, serta pembelajaran Smart Classroom berbasis Science, Technology, Enginering, Art, Matematic, Sport (STEAMS). Saya ingin mendapatkan pembinaan yang lebih sesuai, bertemu teman-teman yang memiliki semangat belajar tinggi, dan mengembangkan bakat saya dalam bahasa, keagamaan, komunikasi, dan sains,” ungkap Devani.

Devani menjadi salah satu dari 80 murid yang tercatat sebagai peserta didik angkatan pertama SNT 14 Jepara. Mereka terdiri atas 40 murid kelas VII SMP yang terbagi dalam dua rombongan belajar dan 40 murid kelas X SMA yang juga terbagi dalam dua rombongan belajar.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, mengatakan seluruh murid tersebut telah melalui tahapan seleksi sebelum dinyatakan diterima melalui jalur prestasi.

“Delapan puluh murid ini telah melewati proses seleksi dan dinyatakan lolos melalui jalur prestasi,” ujar Nugraheni dalam kegiatan pelepasan murid SNT 14 Jepara.

Menurut Nugraheni, pola pendidikan yang diterapkan di SNT memiliki cakupan yang lebih luas dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional. Para murid juga akan memperoleh pembelajaran berbasis Science, Technology, Enginering, Art, Matematic, Sport (STEAMS), yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kearifan lokal.

Sebelum memulai kegiatan belajar secara penuh, para murid mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di BBPMP Provinsi Jawa Tengah pada 11–17 Agustus 2026. Rangkaian pengenalan lingkungan sekolah tersebut dijadwalkan berakhir bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Keberadaan SNT sendiri menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadirkan model pendidikan yang dapat memperluas kesempatan peserta didik untuk berkembang. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut beroperasinya SNT sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan sistem pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti ketika membuka MPLS 17 SNT di Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).

“Ini adalah tonggak sejarah dalam satu sistem pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu’ti.

Di tingkat daerah, hadirnya SNT 14 Jepara juga mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara Witiarso Utomo mengaku bangga daerahnya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan SNT.

“Saya ikut bangga dalam rangka peningkatan SDM di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Kita dipercaya mendapatkan SNT, mudah-mudahan ini menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Jepara,” kata Witiarso saat menghadiri pelepasan murid SNT 14 Jepara di Pendopo Kartini Jepara.

Menurutnya, keberadaan SNT diharapkan tidak hanya menambah alternatif fasilitas pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jepara.

Pengelola SNT 14 Jepara juga menempatkan penguatan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemanfaatan teknologi. Kepala SNT 14 Jepara, Darojah, mengatakan teknologi digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan untuk mengambil alih fungsi pendidik.

“Teknologi kami gunakan sebagai alat untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Setiap penggunaan teknologi tetap diimbangi dengan penguatan karakter melalui disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, etika digital, dan pembiasaan positif,” jelas Darojah.

Pengembangan potensi peserta didik di SNT 14 Jepara dilakukan melalui berbagai aktivitas, baik akademik maupun nonakademik. Murid dapat mengembangkan kemampuan melalui bidang seni, olahraga, keagamaan, literasi, keterampilan, kegiatan ekstrakurikuler, hingga proyek pembelajaran.

Darojah juga mengingatkan para murid agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran terhadap kemampuan diri sendiri. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda.

“Jangan takut bermimpi dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Kenali potensi diri, berani mencoba, disiplin berlatih, dan terus belajar. Karena setiap anak memiliki keunikan, dan tugas kita adalah mengubah keunikan itu menjadi kekuatan dan prestasi,” pesannya.

Bagi Devani dan 79 murid lainnya, SNT 14 Jepara menjadi awal dari perjalanan baru. Sebagai angkatan pertama, mereka tidak hanya memiliki kesempatan menikmati lingkungan belajar dengan pendekatan dan fasilitas yang berbeda, tetapi juga membawa harapan untuk tumbuh menjadi generasi yang mampu mengembangkan potensi, menghasilkan prestasi, dan memberi manfaat bagi lingkungan di masa mendatang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button