Dari Olimpiade Matematika hingga Lapangan Hijau, Talenta Muda Tumbuh di SNT Bolaang Mongondow
RuangVeritas.com – Setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan membutuhkan ruang yang tepat untuk mengembangkannya. Semangat inilah yang salah satunya dihadirkan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di 17 lokasi di Indonesia.
Salah satu di antaranya berada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kehadiran SNT 13 Bolaang Mongondow menjadi kesempatan bagi murid di wilayah tersebut untuk memperoleh layanan pendidikan yang mendukung pengembangan prestasi sekaligus membuka jalan menuju cita-cita mereka.
Al Fizrah Hasan adalah salah satu murid yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia datang dengan bekal prestasi di bidang matematika. Dalam dua tahun terakhir, Fizrah berhasil menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow.
Pada 2024, ia meraih Juara 2 OSN Matematika tingkat kabupaten. Setahun kemudian, prestasinya meningkat dengan meraih Juara 1 pada ajang yang sama.
Capaian tersebut tidak membuat Fizrah berhenti belajar. Sebaliknya, ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Bergabung dengan SNT 13 Bolaang Mongondow menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Menurut Fizrah, keberadaan fasilitas yang memadai dan dukungan tutor menjadi nilai tambah dalam proses belajarnya.
“Dengan bersekolah di SNT saya merasa dapat meningkatkan prestasi yang saya miliki. Dan juga adanya dukungan tutor dan fasilitas yang baik, saya yakin prestasi itu akan bertambah ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Fizrah.
Potensi unggul di SNT 13 Bolaang Mongondow tidak hanya berasal dari bidang akademik. Wahyu Mokodongan menjadi salah satu murid yang membawa pengalaman prestasi di dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Pada 2025, Wahyu berhasil masuk ke dalam skuad utama Sulawesi Utara untuk mengikuti turnamen sepak bola tingkat nasional. Pengalaman tersebut menjadi pijakan baginya untuk terus mengembangkan kemampuan di lapangan.
Kini, Wahyu berharap lingkungan sekolah dapat memberikan dukungan yang semakin kuat agar dirinya mampu meningkatkan prestasi hingga ke tingkat nasional dan, jika memungkinkan, menembus kompetisi internasional.
“Saya berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari sekolah dan dapat difasilitasi untuk meningkatkan prestasi saya ke depannya,” tutur Wahyu.
Keberadaan murid dengan minat dan kemampuan yang beragam menjadi perhatian bagi Kepala SNT 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto. Menurutnya, proses pendidikan perlu berangkat dari pemahaman terhadap karakter dan lingkungan tempat murid tumbuh.
Karena itu, sekolah melakukan pemetaan karakteristik peserta didik sebagai dasar dalam menentukan pendekatan pembelajaran. Dengan cara tersebut, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid.
“Dari aspek kognitif, sejumlah murid menunjukkan perkembangan kecerdasan naturalis yang baik. Mereka cenderung lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata, praktik lapangan, dan pembelajaran kontekstual dibandingkan dengan pendekatan yang sepenuhnya bersifat abstrak. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan sekolah dalam merancang pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan murid,” jelas Budiardjo.
Ia menilai keberagaman latar belakang dan kondisi geografis justru dapat menjadi kekuatan apabila pembelajaran dirancang secara fleksibel. Pendekatan yang adaptif memungkinkan sekolah memberikan pengalaman belajar yang relevan sekaligus membantu setiap murid mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
“Melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan fleksibel, sekolah berupaya memastikan keberagaman latar belakang, kondisi geografis, serta potensi setiap murid tidak menjadi hambatan dalam belajar, melainkan menjadi kekuatan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal,” tambahnya.
Pengembangan potensi peserta didik melalui SNT sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih terarah bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan SNT merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia yang memiliki keunggulan di berbagai bidang.
Keunggulan tersebut tidak terbatas pada prestasi akademik, tetapi juga mencakup olahraga, seni, maupun bidang lain yang sesuai dengan bakat dan kemampuan peserta didik.
“SNT hadir sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dengan potensi unggul. Kami berharap SNT menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang saling melengkapi, memberikan layanan yang lebih terarah bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa,” pungkas Abdul Mu’ti.
Bagi Fizrah dan Wahyu, SNT 13 Bolaang Mongondow kini menjadi tempat untuk melanjutkan perjalanan mereka. Prestasi yang telah diraih bukan menjadi titik akhir, melainkan modal untuk terus belajar, berlatih, dan menantang diri mencapai capaian yang lebih tinggi.
Dari ruang belajar hingga lapangan olahraga, SNT membuka kesempatan bagi potensi-potensi muda untuk tumbuh sesuai keunggulannya masing-masing, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi masa depan dengan bekal kemampuan, disiplin, dan kepercayaan diri.





