Berita Umum

Bantuan untuk Perempuan dan Anak Korban Gempa NTT Mulai Dirasakan Penerima Manfaat

RuangVeritas.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan duka bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak yang harus bertahan di tengah keterbatasan kebutuhan dasar.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama para mitra pembangunan mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik kelompok perempuan dan anak terdampak.

Bantuan sebanyak 46,6 ton tersebut diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (23/8) di Pos Pendukung Logistik Nasional, Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak di tujuh kabupaten di NTT.

Bagi warga yang terdampak bencana, bantuan tersebut bukan sekadar logistik. Popok bayi, pembalut, sabun, sikat dan pasta gigi, pakaian, selimut hingga perlengkapan tidur menjadi kebutuhan penting yang harus tersedia dalam situasi darurat.

Kebutuhan anak-anak juga menjadi perhatian. Nutrisi balita dan anak, makanan siap saji, pakaian anak, serta buku cerita dan mewarnai disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak setelah mengalami bencana.

“Pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama pascabencana. Namun, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kolaborasi dan sinergi yang solid serta efektif,” ujar Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada BNPB.

Bantuan ini diberikan setelah Kemen PPPA berkoordinasi dengan Dinas P3A Provinsi dan tujuh kabupaten terdampak untuk memetakan kebutuhan mendesak perempuan dan anak. Hasil pemetaan kemudian ditindaklanjuti bersama para mitra pembangunan dan dunia usaha.

Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai bantuan, mulai dari makanan dan air minum, kebutuhan sanitasi dan kesehatan, hingga perlengkapan pribadi, pakaian, mukena, abaya, handuk, selimut, sarung serta buku edukasi psikososial.

Bagi perempuan dan anak yang berada di lokasi terdampak, pemenuhan kebutuhan khusus ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Bantuan yang tepat tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan dan hak-haknya selama menghadapi masa sulit.

BNPB bersama Kemen PPPA dan berbagai pihak terus memastikan bantuan dapat dikelola dan didistribusikan secara aman, lancar, dan tepat sasaran melalui koordinasi dengan Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere.

Solidaritas pemerintah, masyarakat, lembaga, dan dunia usaha diharapkan terus berlanjut agar perempuan dan anak korban gempa NTT dapat bangkit dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button