Pendidikan

Kemendikdasmen Perluas Kesempatan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Mandiri

RuangVeritas.com – Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Pelatihan Mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program ini dapat diakses melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) yang tersedia di Rumah Pendidikan.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari langkah Kemendikdasmen dalam memperluas akses pengembangan kompetensi bagi guru sekolah dasar. Upaya ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi kebijakan Bahasa Inggris yang akan menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Melalui PKGSD-MBI, guru memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus keterampilan pedagogik. Program pelatihan mandiri ini merupakan pengembangan dari pelatihan reguler PKGSD-MBI yang telah diluncurkan pada Mei sebelumnya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa PKGSD-MBI merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mempersiapkan guru secara bertahap agar mampu melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Ia juga mengajak pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk memberikan dukungan agar lebih banyak guru dapat mengikuti program tersebut.

Menurut Nunuk, dukungan terutama diperlukan bagi sekolah dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat mendorong atau mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti Pelatihan Mandiri PKGSD-MBI.

Nunuk juga mengingatkan para guru agar memandang pelatihan ini sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri, bukan sebagai tambahan beban pekerjaan. Guru didorong untuk memanfaatkan seluruh materi dan aktivitas yang tersedia, mengikuti proses pembelajaran dengan serius, serta berani menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Selain mengikuti pelatihan, guru juga dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada rekan sejawat melalui kegiatan Hari Belajar Guru. Menurut Nunuk, proses belajar bagi guru seharusnya tidak hanya berlangsung ketika mengikuti program pelatihan, tetapi menjadi bagian dari budaya dan aktivitas sehari-hari.

PKGSD-MBI secara keseluruhan menyasar 90.447 guru sekolah dasar. Kehadiran pelatihan mandiri melalui RGTK diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran sehingga semakin banyak guru memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya.

Melalui skema pelatihan mandiri tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu guru dapat mengikuti program setiap tahun. Dengan pola ini, seluruh guru yang menjadi sasaran dan membutuhkan pelatihan untuk mengajar Bahasa Inggris di SD ditargetkan telah memperoleh pelatihan pada 2029.

Pelatihan mandiri tersebut dirancang agar guru dapat belajar secara fleksibel, mandiri, namun tetap terarah. Program akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 dan terdiri atas tiga topik pembelajaran. Setiap topik dirancang untuk dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan sejak peserta mulai belajar melalui platform RGTK.

Topik pertama membahas kemampuan memperkenalkan diri dan keluarga. Selanjutnya, topik kedua berfokus pada komunitas di lingkungan sekolah, sedangkan topik ketiga membahas rutinitas sehari-hari. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran, peserta akan mengikuti tes akhir dan memperoleh surat keterangan sebagai bukti telah menyelesaikan topik pelatihan.

Guru SD Widuri Baleendah, Kabupaten Bandung, Wenny Milasari, menilai program tersebut memberikan manfaat besar, khususnya bagi guru kelas yang selama ini belum memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara optimal. Menurutnya, masih terdapat guru yang perlu memperkuat penguasaan kosakata, tata bahasa, maupun penggunaan tenses secara terstruktur. Pelatihan ini dinilai dapat meningkatkan motivasi guru untuk terus belajar Bahasa Inggris.

Selain meningkatkan kemampuan bahasa, Wenny menilai pelatihan tersebut membantu guru memahami metode pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik, relevan, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Pelaksanaan PKGSD-MBI menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen bersama berbagai pihak untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar. Melalui peningkatan kapasitas pendidik secara bertahap dan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris sekaligus mewujudkan pendidikan dasar yang berkualitas dan dapat diakses oleh semua peserta didik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button