Indonesia Perkuat Agenda Digitalisasi Pendidikan, AI, dan Koding dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14

RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi pendidikan melalui penguatan kerja sama regional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) yang berlangsung di Singapura, Selasa (22/7).
Forum yang mempertemukan para menteri pendidikan dari negara-negara ASEAN itu menghasilkan 15 butir Pernyataan Bersama sebagai pedoman pengembangan sektor pendidikan di kawasan. Salah satu keputusan penting adalah peluncuran ASEAN Work Plan on Education (AWPE) 2026–2030, sekaligus penetapan Brunei Darussalam sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-15.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan berbagai kesepakatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya komitmen negara-negara ASEAN dalam memperluas akses pendidikan, memperkuat pendidikan inklusif, serta mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, arah kebijakan yang dibangun di tingkat regional selaras dengan langkah Indonesia yang tengah mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sistem pendidikan nasional.
“Negara-negara ASEAN telah mencapai kesepakatan mengenai sejumlah agenda strategis pendidikan, mulai dari pemerataan layanan, pendidikan inklusif, pemanfaatan AI, hingga berbagai program kolaborasi yang akan terus dikembangkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mendorong penguatan pembelajaran AI dan koding sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kebijakan digitalisasi pendidikan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto telah mulai diwujudkan melalui penerapan mata pelajaran AI dan koding, yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Saat ini, kedua mata pelajaran tersebut telah diperkenalkan sebagai pilihan bagi peserta didik mulai kelas V Sekolah Dasar. Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kapasitas guru sekaligus melengkapi sarana dan prasarana agar implementasinya dapat diperluas ke lebih banyak sekolah.
“AI dan koding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD. Jika kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur telah memadai, kami menargetkan AI dapat menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital tidak hanya bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan teknologi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan, termasuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Selain membahas penguasaan teknologi, forum ASED juga menyoroti pentingnya membangun etika dalam penggunaan kecerdasan artifisial. Menurut Abdul Mu’ti, kemampuan memanfaatkan AI harus diimbangi dengan pembentukan karakter agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
“Yang menjadi perhatian bersama bukan sekadar kemampuan menggunakan AI, tetapi juga bagaimana menanamkan etika dalam pemanfaatannya, bahkan mendorong lahirnya cara berpikir yang mampu melampaui teknologi itu sendiri demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 mengangkat tema “Strengthening ASEAN through Education” dan dipimpin oleh Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. Dalam forum tersebut, para menteri secara resmi meluncurkan ASEAN Work Plan on Education 2026–2030, yang memuat enam sasaran utama, 28 tujuan program, serta 145 kegiatan sebagai panduan pengembangan pendidikan ASEAN dalam lima tahun mendatang.
Selain itu, para peserta menyepakati sejumlah agenda strategis lainnya, di antaranya Deklarasi ASEAN tentang Pembelajaran Fondasional, pembentukan ASEAN Centre of Excellence for Teacher Education and Development (ACTED), penguatan pendidikan tinggi berbasis AI dan transformasi digital, peningkatan kerja sama pendidikan vokasi atau Technical and Vocational Education and Training (TVET), perluasan mobilitas mahasiswa melalui ASEAN GEMS Plus, serta penguatan pendidikan STEM, pendidikan karakter, kesehatan mental, pendidikan perubahan iklim, hingga penanganan anak dan remaja yang tidak bersekolah.
Forum tersebut juga memberikan apresiasi kepada Singapura atas kepemimpinannya sebagai Ketua Sektor Pendidikan ASEAN periode 2026–2027. Pada saat yang sama, para menteri menyepakati Brunei Darussalam sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-15 yang dijadwalkan berlangsung pada 2028.




