Lulusan SMK Kian Siap Hadapi Dunia Industri, Lebih dari 1000 Ruang Praktik Diremajakan
Jakarta, 13 Mei 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat pendidikan vokasi guna mencetak tenaga kerja yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan industri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menghadirkan pembangunan serta renovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai SMK di Indonesia.
Dalam kegiatan Bincang Santai Media di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa revitalisasi tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik sekolah. Program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong transformasi pendidikan secara menyeluruh.
Menurutnya, keberadaan ruang praktik siswa menjadi elemen penting dalam pembelajaran di SMK, terutama untuk mendukung metode pembelajaran berbasis proyek maupun teaching factory yang mendekatkan siswa dengan budaya kerja industri.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan utama di banyak SMK saat ini bukan hanya keterbatasan ruang kelas, tetapi minimnya fasilitas praktik yang sesuai kebutuhan pembelajaran vokasi. Bahkan, sekitar 60 persen SMK di Indonesia disebut masih belum memiliki ruang praktik yang layak.
“Untuk ruang kelas, sekolah masih bisa melakukan penyesuaian karena siswa kelas XII menjalani praktik kerja lapangan. Namun, ruang praktik siswa tidak bisa digantikan begitu saja karena menjadi inti pembelajaran vokasi,” ujar Tatang.
Melalui revitalisasi tersebut, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan fasilitas praktik di sekolah-sekolah vokasi. RPS dinilai penting karena membantu siswa memahami penerapan keterampilan secara langsung sesuai bidang keahlian yang dipelajari.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen tercatat telah merevitalisasi 1.465 SMK dengan total pembangunan sarana dan prasarana mencapai 7.586 unit. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang praktik siswa, hingga fasilitas penunjang lain seperti toilet dan ruang guru.
Dari total pembangunan itu, sebanyak 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang digunakan untuk sekitar 75 program keahlian, di antaranya Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan.
Tatang menambahkan, fasilitas praktik di sekolah memang tidak sepenuhnya menyerupai industri sebenarnya. Meski demikian, penguasaan keterampilan dasar di sekolah akan mempermudah siswa saat memasuki dunia kerja.
Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh sekolah penerima program. Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi sekolahnya mengalami keterbatasan fasilitas praktik sehingga perpustakaan sempat dialihfungsikan menjadi ruang praktik siswa.
Ia menilai, kondisi tersebut sebelumnya membuat pembelajaran praktik kurang optimal meski para siswa memiliki minat belajar yang tinggi.
“Sekarang siswa jauh lebih bersemangat. Mereka merasa lebih siap dan percaya diri karena memiliki fasilitas praktik yang mendukung,” ujar Surta.
Program revitalisasi di sekolah tersebut menghadirkan ruang praktik baru untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor, serta rehabilitasi 42 ruang kelas.
Surta menilai perubahan yang terjadi tidak hanya tampak pada bangunan sekolah, tetapi juga pada meningkatnya optimisme siswa terhadap masa depan mereka.
Hal serupa disampaikan Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin. Ia mengatakan sekolahnya memperoleh revitalisasi berupa pembangunan dan perbaikan sejumlah ruang belajar dan ruang praktik untuk beberapa jurusan, termasuk Teknik Konstruksi dan Properti, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Kendaraan Ringan.
Selain itu, sekolah juga mendapatkan pembangunan perpustakaan lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
“Sekarang kami memiliki ruang praktik yang lebih representatif sekaligus perpustakaan yang menjadi pusat aktivitas belajar siswa,” kata Choiruddin.





