Pemerintah Perkuat Pengawasan PIP, Bantuan Pendidikan Diharapkan Semakin Tepat Sasaran
Bandung, Jawa Barat — Program Indonesia Pintar (PIP) kembali menunjukkan perannya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di SLB Negeri Cicendo, Bandung, penyaluran bantuan berupa buku tabungan dan kartu ATM kepada siswa penerima manfaat menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Program yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut dirancang untuk membantu siswa dari keluarga miskin maupun rentan miskin agar dapat terus melanjutkan pendidikan dan terhindar dari risiko putus sekolah.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Bandung, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pengawasan penyaluran bantuan melalui sistem JAGA Indonesia Pintar yang dikembangkan bersama Kejaksaan Republik Indonesia. Sistem ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Menurut Atip, PIP tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses belajar bagi anak-anak Indonesia.
Ia juga mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari sekolah hingga pemangku kepentingan pendidikan lainnya, untuk aktif melakukan pengawasan dan perbaikan tata kelola agar penyaluran bantuan semakin efektif.
Di SLB Negeri Cicendo sendiri, bantuan PIP tahun 2026 diberikan kepada perwakilan siswa tuna rungu. Secara keseluruhan, sebanyak 26 siswa di sekolah tersebut tercatat sebagai penerima manfaat program tahun ini.
Kepala sekolah SLB Negeri Cicendo, Santi Komaladini, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu para siswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Ia menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara terbuka dan mengikuti data resmi pendidikan melalui Dapodik, dilanjutkan koordinasi dengan orang tua hingga proses pencairan mandiri di bank.
Hal serupa disampaikan guru SLB Negeri Cicendo, Lina Marlina, yang menyebut sebagian siswa telah menerima dana bantuan tanpa kendala. Ia mengatakan proses pencairan berjalan lancar untuk siswa dari berbagai jenjang pendidikan di sekolah tersebut.
Bagi para siswa, bantuan PIP bukan sekadar dukungan finansial. Inesta Aurelia, siswa kelas XII, mengaku bantuan yang diterimanya sejak 2024 membuat dirinya semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Pengalaman serupa dirasakan Muhammad Rio, siswa kelas IX yang telah menerima bantuan sejak 2022. Ia menyebut PIP membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus mendukung minatnya di bidang desain grafis.
Cerita para siswa tersebut menunjukkan bahwa manfaat Program Indonesia Pintar tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pemerintah berharap penguatan pengawasan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga dapat membuat penyaluran PIP semakin akurat dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan di seluruh Indonesia.





