Pendidikan

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Semangat Baru Pembelajaran

Kalimantan Tengah, 4 Mei 2026 – Pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Di Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 72 satuan pendidikan dari jenjang SMA, SMK, hingga sekolah khusus (SKH) kini resmi mendapatkan revitalisasi. Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam rangkaian kunjungan kerja yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di SKH Negeri 2 Palangka Raya dan diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah penerima manfaat dari berbagai wilayah. Program ini mencakup 44 SMA, 14 SMK, dan 14 sekolah luar biasa, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas di daerah.

Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, termasuk di sekolah khusus. Ia menekankan bahwa revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

Menurutnya, dukungan pemerintah melalui program ini diharapkan dapat memotivasi para pendidik untuk terus memberikan yang terbaik bagi peserta didik. Ia juga mengingatkan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi penguat semangat bersama dalam membangun pendidikan sebagai tanggung jawab kolektif.

Revitalisasi yang dilakukan mencakup berbagai fasilitas penting, seperti ruang kelas, laboratorium, ruang praktik, perpustakaan, ruang konseling, hingga sarana sanitasi. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efektif.

Dampak program ini mulai dirasakan oleh sejumlah sekolah. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Muhammad Saifullah, menyebutkan bahwa fasilitas baru seperti laboratorium komputer dan ruang bimbingan konseling memberikan dukungan signifikan terhadap proses pembelajaran dan pengembangan siswa.

Hal serupa disampaikan Kepala SMKN 5 Palangka Raya, Noormalina Martina. Ia mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah sempat menghambat kegiatan belajar. Kini, dengan fasilitas yang lebih memadai, proses pembelajaran berjalan lebih lancar dan terjadwal.

Selain peningkatan sarana, dukungan terhadap kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Noormalina menambahkan bahwa Tunjangan Profesi Guru turut membantu meningkatkan profesionalisme dalam menyusun materi pembelajaran yang lebih variatif dan relevan.

Menutup kunjungannya, Fajar mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam merawatnya.

Pemerintah memastikan program revitalisasi akan terus dilanjutkan dan diperluas ke berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi seluruh peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional secara merata.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button