Sasaran Revitalisasi di Cirebon Meningkat, Mendikdasmen Tinjau SDN 1 Kedungjaya, Tuntas Desember
RuangVeritas.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan revitalisasi SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/9). Sekolah yang merupakan hasil penggabungan dua satuan pendidikan tersebut mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi dari pemerintah sebesar Rp1,8 miliar.
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Cirebon pada Tahun Anggaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, sebanyak 190 sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA menjadi sasaran program dengan total anggaran Rp114,4 miliar. Sementara itu, pada 2025 program yang sama mencakup 59 sekolah dengan alokasi anggaran sebesar Rp63,1 miliar.
Untuk SDN 1 Kedungjaya, dana revitalisasi senilai Rp1,8 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, serta sembilan toilet. Pekerjaan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan mendatang.
“Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” ujar Abdul Mu’ti.
Pelaksanaan pembangunan menggunakan mekanisme swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat di sekitar sekolah, serta Panitia Pembangunan Sekolah. Selama proses pengerjaan berlangsung, kegiatan pembelajaran peserta didik untuk sementara dilaksanakan di gedung serbaguna milik desa dan madrasah.
Dalam pelaksanaan program revitalisasi, pemerintah juga menerapkan skala prioritas secara bertahap, terutama dengan mendahulukan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat.
“Kita tetap memprioritaskan sekolah yang rusak berat,” tegas Abdul Mu’ti.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa revitalisasi SDN 1 Kedungjaya merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membenahi sarana dan prasarana pendidikan. Ia mengapresiasi peninjauan langsung yang dilakukan Mendikdasmen untuk melihat kondisi serta kebutuhan sekolah.
“Mendikdasmen datang ke SD Kedungjaya untuk melihat langsung masalah rehabilitasi sekolah kita, termasuk 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, dan sembilan toilet,” kata Imron.
Kepala SDN 1 Kedungjaya, Lilis Mariyam, turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Cirebon atas dukungan revitalisasi yang diberikan. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, terutama setelah dua sekolah digabung menjadi SDN 1 Kedungjaya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan revitalisasi ini. Program ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sekolah kami untuk menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik dan para guru,” ujarnya.
Lilis juga mengapresiasi pola pembangunan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan pihak sekolah, masyarakat, dan Panitia Pembangunan Sekolah. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut tidak hanya membantu proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan sekolah.
“Pelaksanaan secara swakelola memberikan kesempatan kepada sekolah dan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses revitalisasi. Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar, sesuai ketentuan, dan selesai tepat waktu sehingga sarana yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” tutur Lilis.





