SNT 09 Gowa Jadi Ruang Tumbuh Afni untuk Memperkuat Bakat dan Kepemimpinan
RuangVeritas.com – Pengalaman berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan kepaskibraan menjadi modal berharga bagi Afni Afiqah Arifin untuk melanjutkan pengembangan dirinya di lingkungan pendidikan yang lebih luas. Sebagai salah satu murid angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 09 Gowa, ia melihat sekolah tersebut sebagai tempat untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan sekaligus menggali potensi lain yang dimilikinya.
“Saya ingin menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, berprestasi, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih baik melalui kesempatan belajar di sekolah ini,” kata Afni dalam keterangannya, Senin (10/8).
Sebelum bergabung dengan SNT 09 Gowa, Afni dipercaya menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 3 Pattallassang periode 2024–2025. Ia juga pernah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kecamatan. Berbagai pengalaman tersebut membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, sekaligus keberaniannya untuk tampil dan berkomunikasi di depan banyak orang.
Kini, pengalaman itu ingin dikembangkan lebih jauh. Afni tertarik dengan konsep pembelajaran di SNT, terutama keberadaan fasilitas seperti Creative Arts Studio dan World-Class Laboratories. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan peluang bagi murid untuk tidak sekadar mempelajari teori, tetapi juga mencoba, bereksperimen, dan menghasilkan karya secara langsung.
Ketertarikan Afni mencerminkan tujuan SNT dalam membangun lingkungan pendidikan yang memungkinkan setiap murid berkembang sesuai karakter dan potensinya. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, keterampilan, olahraga, serta minat di berbagai bidang.
Komitmen tersebut sejalan dengan mandat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui SNT berupaya memberikan layanan pendidikan berkelanjutan pada jenjang SMP hingga SMA. Pembelajaran menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya atau kurikulum plus dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports).
Konsep tersebut dirancang untuk mempertemukan potensi lokal dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkup global. Dengan demikian, murid memiliki kesempatan memperoleh pengalaman belajar yang luas dan bermutu tanpa dibebani persoalan biaya pendidikan.
Kepala SNT 09 Gowa, M. Sahrul, mengatakan setiap murid memiliki karakter dan kekuatan yang berbeda. Karena itu, sekolah tidak diarahkan untuk membentuk semua murid dengan pola yang sama, melainkan memberikan ruang agar mereka dapat menemukan dan mengembangkan keunggulan masing-masing.
“Kami tidak boleh menyeragamkan mereka, tetapi membantu setiap murid menemukan potensi yang mereka miliki melalui ruang eksplorasi akademik, olahraga, seni, hingga kepemimpinan,” ujar Sahrul.
Pendekatan tersebut mulai diterapkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan dirancang dengan mengedepankan interaksi yang humanis serta menjauhkan praktik senioritas dan tekanan terhadap murid. Dalam prosesnya, SNT 09 Gowa menerapkan prinsip student voice, student choice, dan ownership sehingga murid memiliki kesempatan menyampaikan pandangan, menentukan pilihan, sekaligus membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
Bagi Afni, pola tersebut menjadi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan kepemimpinannya. Pengalaman sebagai Ketua OSIS dan anggota Paskibra dapat menjadi pijakan untuk mencoba tantangan baru, sekaligus membuka peluang menemukan kemampuan lain yang sebelumnya belum sempat dikembangkan.
SNT juga menawarkan keunggulan melalui pengelolaan jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen. Pola ini memungkinkan perkembangan setiap murid dipantau secara berkesinambungan. Para pendidik tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga berperan sebagai mentor dan pelatih yang mendampingi murid dalam mengembangkan karya maupun mengejar prestasi hingga tingkat internasional.
Dukungan terhadap penyelenggaraan SNT 09 Gowa turut diberikan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala BBPMP Sulawesi Selatan, Imran, mengatakan pihaknya terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari proses seleksi hingga pendampingan akademik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan di SNT mampu memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Menurut Imran, SNT 09 Gowa tidak hanya diproyeksikan sebagai sekolah bagi murid-murid terpilih, tetapi juga sebagai tempat pengembangan model dan inovasi pendidikan yang dapat memberikan dampak lebih luas.
“SNT 9 Gowa ini menjadi inkubator utama untuk adaptasi proses pengembangan model pembelajaran yang nantinya akan mengimbas ke sekolah-sekolah lain di Sulawesi Selatan,” jelas Imran.
Perjalanan Afni bersama murid-murid angkatan pertama SNT 09 Gowa pun menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjalankan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Melalui lingkungan belajar yang menggabungkan akademik, sains, seni, olahraga, dan kepemimpinan, murid diberikan kesempatan untuk tumbuh berdasarkan kekuatan dan minat masing-masing.
Kemendikdasmen terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem SNT. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan hadirnya pusat-pusat mutu pendidikan yang mampu memberikan ruang tumbuh secara inklusif sekaligus menyiapkan generasi muda yang berdaya saing dan siap berkontribusi bagi Indonesia.





