Banten Perkuat Gerakan Sekolah Aman dan Nyaman melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Kota Tangerang, Banten, 11 Mei 2026 – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik. Melalui Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN Provinsi Banten, berbagai unsur pemerintah dan masyarakat bersinergi membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan bebas kekerasan.
Deklarasi yang digelar di Tangerang pada Sabtu (9/5) tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dan pemakaian rompi Pokja BSAN sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak strategis, di antaranya Kepolisian Daerah Banten, Kejaksaan Tinggi Banten, pemerintah daerah, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, menyampaikan bahwa deklarasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik, baik secara akademik maupun karakter.
Gerakan BSAN juga disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian terhadap terciptanya lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak Indonesia.
Program tersebut dipandang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur budaya yang menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan karakter positif di lingkungan sekolah.
Sebagai penguatan kebijakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah perlu menjadi tempat yang mendukung proses belajar murid secara optimal, baik dari sisi akademik maupun psikologis.
Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Rusprita Putri Utami menjelaskan bahwa BSAN mencakup pembentukan tata nilai, sikap, dan perilaku yang mampu menjamin keamanan fisik, kesejahteraan psikologis, hingga keamanan digital seluruh warga sekolah.
Menurutnya, BSAN bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk memastikan setiap warga sekolah merasa aman, dihargai, dan terlindungi.
Untuk memastikan implementasinya berjalan efektif, Kemendikdasmen menekankan keterlibatan empat unsur utama, yakni sekolah, masyarakat dan orang tua, pemerintah daerah, serta media.
Pendekatan preventif dan promotif juga diperkuat dengan melibatkan siswa, OSIS, pramuka, dan organisasi pelajar lainnya dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan bebas kekerasan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah turut mendorong pembentukan Pokja BSAN di berbagai daerah sebagai mitra strategis sekolah dalam edukasi, peningkatan kapasitas pendidik, serta penanganan cepat terhadap kasus kekerasan dan perundungan.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Sachrudin menilai deklarasi BSAN menjadi langkah penting untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari diskriminasi maupun intoleransi.
Pemerintah Kota Tangerang juga memperkuat berbagai program pendukung seperti Kota Layak Anak, pembentukan Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan di Sekolah, hingga layanan digital pengaduan dan penanganan cepat melalui Tangerang Siaga 112, Tangerang Live, dan Silacak Perak.
Selain fokus pada keamanan dan kenyamanan sekolah, Provinsi Banten juga memperkuat implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) melalui program Sekolah Adiwiyata.
Program tersebut dinilai memiliki semangat yang sejalan dengan BSAN dalam membangun budaya sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Kadisdikbud Banten, Jamaludin, menegaskan pihaknya akan terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang ramah lingkungan guna membentuk generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti turut mengapresiasi peluncuran Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Banten dan berharap semakin banyak sekolah yang mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.





