Pendidikan

Cerita Jihan, yang Bisa Melanjutkan Pendidikan dan Fokus Mengejar Prestasi dengan Bantuan PIP

Jakarta, RuangVeritas.com – Bagi Jihan Askiya Maulida, rutinitas pergi ke sekolah kini terasa jauh lebih ringan. Tidak lagi memikirkan keterbatasan perlengkapan belajar maupun biaya perjalanan, siswi SMPN 2 Kutasari itu dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Perubahan tersebut dirasakan Jihan setelah menerima manfaat dari Program Indonesia Pintar (PIP). Baginya, bantuan pendidikan ini bukan hanya tentang menerima dukungan biaya, tetapi juga menjadi dorongan agar tetap semangat menempuh pendidikan dan mengejar prestasi.

“Sejak mendapatkan bantuan PIP, saya merasa lebih termotivasi untuk belajar. Perlengkapan sekolah sudah lebih lengkap, sehingga saya bisa mengikuti pelajaran dengan lebih tenang seperti teman-teman lainnya. Saya juga tidak terlalu memikirkan biaya transportasi lagi,” kata Jihan.

Kisah Jihan menjadi salah satu contoh dampak nyata keberadaan PIP bagi peserta didik di SMPN 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 317 siswa dari total 598 peserta didik di sekolah tersebut tercatat sebagai penerima manfaat program.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa PIP menjadi salah satu dukungan penting bagi banyak siswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Bagi keluarga Jihan, bantuan tersebut memberikan manfaat besar dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Ayah Jihan, Hadi Wahyanto, menyampaikan bahwa PIP membantu meringankan berbagai kebutuhan sekolah yang sebelumnya menjadi pertimbangan keluarga.

“Kami sangat terbantu dengan adanya PIP. Bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, seperti membeli seragam, sepatu, perlengkapan belajar, hingga biaya perjalanan ke sekolah. Bagi keluarga kami, dukungan ini sangat berarti,” ujarnya.

Pengelola PIP SMPN 2 Kutasari, Florence Oktora Italiana, menjelaskan bahwa keberadaan program tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa, baik secara akademik maupun sosial.

“Ketika kebutuhan dasar sekolah terpenuhi, siswa menjadi lebih nyaman mengikuti pembelajaran. Mereka terlihat lebih percaya diri dan memiliki semangat belajar yang lebih baik karena tidak merasa berbeda dengan teman-temannya,” jelas Florence.

Menurut Kepala SMPN 2 Kutasari, Arif Rahman, manfaat PIP tidak berhenti pada aspek pembiayaan, tetapi juga membantu menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh siswa untuk mendapatkan pendidikan.

“PIP menjadi salah satu upaya menjaga agar anak-anak tetap berada di sekolah. Program ini membantu keluarga, meningkatkan kepercayaan diri siswa, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk terus berkembang dan meraih cita-cita,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah terus memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai sasaran. Proses pengecekan dilakukan melalui pembaruan data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), koordinasi dengan wali kelas, serta pemeriksaan administrasi siswa penerima manfaat.

Florence mengakui masih terdapat beberapa tantangan administratif, khususnya bagi siswa yang memiliki kondisi keluarga tertentu. Namun sekolah terus melakukan pendampingan agar kendala tersebut tidak menghambat hak siswa memperoleh bantuan pendidikan.

“Kami berharap proses administrasi dapat semakin mudah, terutama bagi siswa yang membutuhkan penanganan khusus, sehingga bantuan dapat diterima tepat waktu dan tidak menghambat keberlangsungan pendidikan mereka,” tambah Florence.

Bagi Jihan dan siswa penerima manfaat lainnya, PIP bukan hanya memberikan bantuan secara materi. Lebih dari itu, program ini menghadirkan rasa aman, meningkatkan motivasi belajar, dan menjaga harapan mereka untuk terus melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button