Keberanian Murid SD Muhammadiyah Lamongan Tampil Percaya Diri dan Berbahasa Inggris Mendapat Pujian
Jakarta, RuangVeritas.com – Suasana pembelajaran di SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, terasa semakin istimewa ketika Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan ke sekolah tersebut. Kegiatan itu bukan hanya menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan program pendidikan, tetapi juga memperlihatkan berbagai kisah positif mengenai keberanian dan kemampuan murid dalam mengembangkan potensi diri.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Atalia Basani, murid kelas 6A sekaligus jurnalis cilik SD Muhla, tampil dan berkomunikasi dengan penuh keyakinan. Kemampuannya menyampaikan gagasan serta keberaniannya tampil di hadapan banyak orang mendapat penghargaan dari Wamendikdasmen.
Menurut Fajar, kemampuan murid-murid SD Muhammadiyah Lamongan menunjukkan bahwa proses pendidikan yang baik dapat membentuk generasi yang percaya diri dan memiliki kompetensi. “Anak-anak di sini sangat luar biasa. Mereka berani tampil, bahkan banyak yang mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat secara langsung penerapan teknologi pembelajaran sekaligus upaya sekolah dalam memperkuat karakter peserta didik. Wamendikdasmen meninjau sejumlah ruang kelas untuk menyaksikan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menarik.
Salah satu ruang yang dikunjungi adalah kelas pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika untuk murid kelas 4 dan 5. Para murid yang tergabung dalam kelas tersebut sebelumnya telah mengikuti ajang kompetisi tingkat kabupaten. Dalam proses pembelajaran, Interactive Flat Panel (IFP) dimanfaatkan sebagai sarana pendukung agar materi lebih mudah dipahami.
Guru pendamping menjelaskan bahwa penggunaan perangkat digital membantu murid memahami pelajaran, khususnya materi yang membutuhkan visualisasi dan praktik langsung. “IFP sangat membantu ketika mengajarkan pelajaran seperti IPA dan Matematika. Materi bisa ditampilkan dengan lebih menarik sehingga anak-anak lebih cepat memahami konsep yang diberikan,” jelasnya.
Selain melihat proses belajar, Fajar juga memberikan dorongan kepada para murid agar terus mengembangkan rasa percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberanian untuk mencoba menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Jangan takut tampil dan jangan takut salah. Yang terpenting adalah berani mencoba, menjalani proses, dan terus belajar. Kesalahan adalah bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih baik,” pesan Fajar kepada para murid.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Kia, salah satu murid kelas 5, menyampaikan bahwa pembelajaran dengan dukungan teknologi membuat kegiatan belajar terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke kelas ekstrakurikuler IPA. Dalam kegiatan tersebut, Airin tampil menjelaskan simulasi mengenai siklus air dengan bantuan media pembelajaran digital. Penyampaiannya yang lancar menunjukkan bahwa murid tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan informasi di depan umum.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendikdasmen turut mengingatkan para murid agar tetap bijak menggunakan teknologi. Menurutnya, kemajuan digital perlu diimbangi dengan kemampuan bersosialisasi dan pembentukan karakter positif.
“Anak-anak perlu tetap rajin beribadah, semangat belajar, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut bukan hanya dipahami, tetapi juga harus diterapkan setiap hari,” ujarnya.
Upaya penguatan karakter tersebut berjalan seiring dengan capaian akademik SD Muhammadiyah Lamongan. Sekolah tersebut mencatat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang cukup baik, dengan rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia mencapai 90,6. Sementara itu, nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33 dan Bahasa Indonesia berada di angka 96,33.
Pihak sekolah menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi pembelajaran yang menggabungkan inovasi teknologi dengan pembiasaan karakter. Perkembangan fasilitas digital tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga mendukung keterampilan komunikasi dan kreativitas murid.
Kunjungan Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan memperlihatkan bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan perangkat teknologi terbaru, melainkan juga menciptakan lingkungan belajar yang mampu melahirkan peserta didik yang percaya diri, kreatif, dan memiliki karakter kuat.
Keberanian Atalia saat tampil sebagai jurnalis cilik, semangat Kia dalam mengikuti pembelajaran, serta kemampuan Airin menyampaikan materi sains menjadi bukti bahwa pendidikan masa kini membutuhkan keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan pengembangan potensi manusia. Dengan dukungan pembelajaran digital dan penguatan karakter, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan yang lebih siap.





