SLB, SMA, dan SMK di Kota Padang Terapkan SPMB 2026 yang Transparan, Inklusif, dan Berorientasi pada Layanan
RuangVeritas.com – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah sekolah di Kota Padang tidak hanya berfokus pada pemenuhan persyaratan administrasi. Lebih dari itu, pelaksanaan penerimaan peserta didik dirancang untuk memberikan pengalaman yang ramah, terbuka, dan memberikan rasa aman bagi calon murid maupun orang tua.
Hal tersebut dirasakan Pepi Mulyasari saat mendaftarkan putranya yang merupakan penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) ke SLBN 1 Padang. Sebelum datang ke sekolah, ia sempat diliputi kekhawatiran terhadap stigma yang mungkin diterima anaknya. Namun, pelayanan yang komunikatif serta pendampingan yang diberikan pihak sekolah membuatnya merasa lebih tenang dan yakin.
“Kami merasa sangat diperhatikan. Semua dijelaskan dengan rinci dan tidak terburu-buru. Harapan saya sederhana, anak saya bisa belajar dengan nyaman dan mendapatkan pelayanan yang sesuai hingga anak saya bisa menggali kemampuannya dan berkembang sesuai minat dan bakatnya. Keistimewaan yang dititipkan akan saya rawat hingga ia meraih masa depannya,” ujar Pepi.
Pengalaman tersebut mencerminkan pelaksanaan SPMB Ramah yang diterapkan di Sumatra Barat. Tidak hanya di SLBN 1 Padang, pelayanan serupa juga dirasakan para orang tua dan calon murid di SMAN 12 Padang serta SMKN 6 Padang. Ketiga sekolah tersebut berupaya menghadirkan proses penerimaan yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan bagi seluruh peserta.
Di SMKN 6 Padang, panitia memastikan seluruh informasi terkait pendaftaran dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang masih memerlukan arahan dalam menentukan pilihan konsentrasi keahlian sesuai minat dan potensinya.
“Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi, yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran,” ujar Guru SMKN 6 Padang sekaligus panitia SPMB, Annisa Fitria.
Kemudahan memperoleh informasi juga dirasakan Zahran Ai Syerky, salah seorang calon murid di SMAN 12 Padang. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan sekolah membuat proses pendaftaran berjalan lebih lancar karena setiap pertanyaan dapat langsung dijawab oleh panitia.
“Informasinya lengkap dan mudah dipahami. Kalau ada yang kurang jelas, guru langsung membantu menjelaskan. Jadi, kami lebih tenang mengikuti proses pendaftaran. Kendalanya ya hanya antre panjang karena banyak calon murid yang daftar, selebihnya aman dan lancar,” katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB menjadi tahap awal dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, setiap satuan pendidikan perlu memastikan seluruh proses berlangsung secara terbuka, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
“SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif. Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu,” tegas Tatang.
Pelaksanaan SPMB di berbagai sekolah di Kota Padang menunjukkan bahwa penerimaan peserta didik baru bukan semata-mata proses seleksi. Dengan pelayanan yang transparan, komunikasi yang terbuka, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga, SPMB menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas.





