Pendidikan

Kemendikdasmen Serahkan Pengelolaan KNIU kepada Kemenbud, Perkuat Sinergi Indonesia di UNESCO

RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menyerahkan pengelolaan Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kepada Kementerian Kebudayaan. Serah terima tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) di Jakarta, Senin (6/7), sebagai bagian dari penataan kelembagaan untuk memperkuat tata kelola KNIU sekaligus menjamin keberlanjutan pelaksanaan tugasnya di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilai KNIU telah memainkan peran penting sebagai penghubung Indonesia dengan UNESCO selama lebih dari tujuh dekade. Menurutnya, perubahan pengelolaan ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam berbagai program UNESCO di masa mendatang.

“Kita harapkan kontribusi dan prestasinya akan lebih besar lagi,” ujar Pratikno.

Ia menekankan bahwa penguatan koordinasi antarkementerian dan lembaga menjadi faktor penting agar Indonesia mampu mengambil langkah yang lebih strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, dukungan anggaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di setiap kementerian dan lembaga sebagai focal point, serta sosialisasi kepada pemerintah daerah juga perlu terus diperkuat mengingat berbagai program dan situs UNESCO tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pratikno berharap sinergi tersebut berkembang menjadi gerakan nasional yang ditopang oleh tata kelola yang baik, koordinasi yang efektif, sumber daya manusia yang kompeten, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dengan UNESCO memiliki arti strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi. Selama lebih dari 70 tahun, KNIU menjadi salah satu instrumen penting yang memperkuat kerja sama Indonesia dengan organisasi internasional tersebut.

Menurutnya, melalui KNIU, Indonesia tidak hanya memperkenalkan berbagai praktik baik dan pengalaman kepada masyarakat internasional, tetapi juga memperoleh berbagai referensi serta inovasi global yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan nasional.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kolaborasi Indonesia dengan UNESCO telah menghasilkan berbagai pencapaian di sejumlah sektor. Dalam bidang pendidikan, Indonesia memperoleh Medali Emas Avicenna pada 1993 sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan memperluas akses pendidikan. Kemudian pada 2023, Bahasa Indonesia resmi ditetapkan sebagai salah satu bahasa sidang umum UNESCO.

Pada sektor kebudayaan, Indonesia kini memiliki enam warisan budaya dunia, 16 warisan budaya takbenda UNESCO, serta tujuh kota yang tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network. Di bidang ilmu pengetahuan, Indonesia tercatat memiliki empat warisan alam dunia, 12 UNESCO Global Geopark, dan 21 cagar biosfer UNESCO. Sementara pada bidang komunikasi dan informasi, sebanyak 16 dokumen Indonesia telah masuk dalam daftar Memory of the World UNESCO, termasuk arsip surat-surat R.A. Kartini.

Selain berbagai capaian tersebut, Indonesia juga telah sembilan kali dipercaya menjadi anggota Executive Board UNESCO. Terbaru, pada Juni 2026 Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030. Kepercayaan itu dinilai sebagai pengakuan atas peran aktif Indonesia dalam mendukung pelaksanaan nilai-nilai UNESCO di tingkat global.

Abdul Mu’ti mengatakan, selama berada di bawah koordinasi Kemendikdasmen beserta kementerian pendahulunya, KNIU telah membangun fondasi kelembagaan, jejaring internasional, serta pengalaman yang menjadi modal penting bagi penguatan organisasi pada masa mendatang.

Menurutnya, pengalihan pengelolaan KNIU bukan sekadar proses administrasi, melainkan kelanjutan dari tanggung jawab bersama untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi.

Ia menegaskan bahwa Kemendikdasmen akan tetap memberikan dukungan sesuai kewenangannya, khususnya dalam pelaksanaan berbagai program UNESCO di bidang pendidikan. Sinergi yang telah terbangun selama ini, lanjutnya, diharapkan terus berkembang di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan.

Pada akhir sambutannya, Abdul Mu’ti secara resmi menyerahkan pengelolaan KNIU beserta seluruh arsip, dokumen, dan administrasi kelembagaan kepada Kementerian Kebudayaan. Ia optimistis tata kelola KNIU akan semakin kuat dan adaptif sehingga mampu memperkokoh diplomasi Indonesia serta meningkatkan kontribusi bangsa dalam berbagai forum UNESCO di masa depan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button