Libatkan Peran Orang Tua, MPLS di SMPN 2 Jayapura Dukung Murid Gapai Cita-Cita

Jayapura, RuangVeritas.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru, tetapi juga menjadi langkah awal membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Melalui kegiatan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong setiap satuan pendidikan menciptakan suasana belajar yang membuat peserta didik merasa diterima, dihargai, dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.
Semangat tersebut terlihat dalam penyelenggaraan MPLS di SMP Negeri 2 Jayapura, Papua. Sekolah tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam mendampingi perkembangan anak selama menempuh pendidikan.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dari rangkaian MPLS. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga oleh dukungan keluarga.
“Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, keberhasilan anak tidak hanya bergantung pada sekolah. Karena itu, dalam MPLS kami mengajak para orang tua memahami penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat agar mereka dapat mendampingi anak secara optimal,” ujar Dorthea di Jayapura, Kamis (16/7).
Selama kegiatan berlangsung, para murid mengikuti berbagai aktivitas yang membantu mereka saling mengenal dengan teman sekelas, wali kelas, maupun guru. Dari proses tersebut, sekolah juga melakukan pemetaan terhadap minat, bakat, dan potensi setiap peserta didik sebagai bekal dalam merancang pembinaan yang sesuai.
Hasil pemetaan tersebut kemudian disampaikan kepada orang tua agar mereka memiliki gambaran mengenai potensi yang dimiliki putra-putrinya. Dengan demikian, keluarga dapat berperan aktif mendukung anak dalam meraih cita-cita.
“Kami berharap orang tua tidak hanya mempercayakan pendidikan anak kepada sekolah. Mereka perlu memahami peran penting yang dimiliki dalam mendampingi perkembangan anak. Melalui kemitraan ini, kami ingin bersama-sama melahirkan generasi yang membanggakan bagi Kota Jayapura, Tanah Papua, dan Indonesia,” kata Dorthea.
Apresiasi terhadap pelaksanaan MPLS juga datang dari salah seorang wali murid, Pence Langitan. Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan SMPN 2 Jayapura memberikan pengalaman positif bagi peserta didik karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama.
“Kami melihat sendiri banyak hal baik selama MPLS berlangsung. Anak-anak diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, para guru, serta teman-teman barunya. Ini menjadi awal yang baik agar mereka lebih siap dan bersemangat mengikuti proses belajar ke depan,” ungkap Pence.
Kesan serupa disampaikan peserta didik baru, Jowari Mofu. Ia mengaku menikmati seluruh rangkaian MPLS karena para guru dan pendamping memberikan arahan dengan cara yang ramah dan mudah dipahami.
“Kami dibimbing oleh mentor yang baik. Guru-guru juga menjelaskan semua materi dengan jelas dan penuh perhatian. Itu membuat saya dan teman-teman merasa nyaman dan senang berada di sekolah,” tutur Jowari.
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Menurutnya, pelaksanaan MPLS merupakan momentum penting dalam membangun budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik.
“Hari pertama sekolah bukan sekadar mengenalkan lingkungan baru. Lebih dari itu, inilah awal perjalanan pendidikan yang akan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, serta mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Mendikdasmen.




