Kunjungi Wakatobi, Wamendikdasmen Fajar Tekankan MPLS Ramah sebagai Awal Pembentukan Karakter Murid
Wakatobi, RuangVeritas.com – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk memulai perjalanan pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh nilai-nilai positif. Lebih dari sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun teman baru, MPLS menjadi tahapan awal dalam menanamkan karakter yang akan membentuk sikap dan perilaku murid selama menjalani proses belajar.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (16/7).
Dalam kesempatan itu, Wamendikdasmen berdialog secara langsung dengan sekitar 60 peserta didik baru. Suasana diskusi berlangsung akrab, membahas beragam hal mulai dari cita-cita, pengalaman mengikuti MPLS, hingga makna pendidikan bagi masa depan mereka.
Menurut Fajar, sekolah memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan pengetahuan. Sekolah merupakan ruang untuk membentuk karakter, menanamkan kejujuran, mengembangkan potensi, sekaligus membimbing peserta didik agar mampu mewujudkan impian mereka.
“Salah satu tujuan kita sekolah adalah melatih supaya kita jujur. Berikutnya supaya pintar, mengembangkan bakat, dan meraih cita-cita,” ujar Wamendikdasmen.
Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS hendaknya dipahami sebagai awal pembelajaran nilai-nilai kehidupan. Melalui kegiatan tersebut, murid diperkenalkan pada budaya saling menghormati, menghargai sesama, mencintai lingkungan sekolah, serta mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan yang akan mereka tempuh.
Komitmen membangun budaya sekolah yang positif juga tercermin dalam berbagai program yang diterapkan SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan. Sekolah mengintegrasikan pendidikan konservasi ke dalam kegiatan belajar mengajar melalui Kurikulum Eduwisata, yang mengangkat potensi lingkungan, budaya, dan pariwisata daerah.
Berbagai kebiasaan baik juga dibangun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti membawa botol minum sendiri, memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, hingga membiasakan peserta didik menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ketua Panitia MPLS SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Sariono, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan panduan resmi MPLS Ramah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian dipadukan dengan karakteristik lokal melalui Kurikulum Eduwisata.
“Pelaksanaan MPLS mengacu pada panduan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, kami menyesuaikannya dengan karakteristik daerah melalui Kurikulum Eduwisata yang mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, dan pariwisata,” jelas Sariono.
Ia menambahkan, sekolah telah menyandang predikat Sekolah Ramah Anak selama tiga tahun terakhir. Komitmen tersebut diwujudkan melalui lingkungan belajar yang bebas dari praktik perpeloncoan, intimidasi, maupun segala bentuk kekerasan sehingga peserta didik dapat merasa aman sejak hari pertama memasuki sekolah.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan MPLS Ramah, yakni membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan kebiasaan positif sebagai bagian dari budaya sekolah. Sejak awal, peserta didik diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bagi para peserta didik baru, suasana tersebut meninggalkan kesan yang menyenangkan. Salah satunya dirasakan Citra Prisana Fitra Ode yang mengaku semakin percaya diri mengikuti kegiatan MPLS karena sambutan hangat dari warga sekolah.
“Saya sangat senang dan gembira. Teman-teman sangat antusias sehingga membuat saya semakin percaya diri. Yang paling berkesan adalah guru-gurunya baik dan ramah,” ungkap Citra.
Setelah berdialog bersama para murid, Wamendikdasmen melanjutkan kunjungannya dengan meninjau hasil pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di sekolah tersebut. Program tersebut menghadirkan sejumlah fasilitas baru, antara lain ruang administrasi guru, toilet, serta ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang diharapkan semakin mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.





