EkonomiInternasionalKesehatanPendidikan

Forest Youthverse Lahirkan Aksi Nyata, Genries Gelar FOLU Goes to School di Banda Aceh

Banda Aceh, RuangVeritas.com – Semangat kolaborasi yang dibangun melalui program Forest Youthverse terus berlanjut melalui aksi nyata para alumninya. Berawal dari inisiatif Mudassir, alumni Forest Youthverse 2025 Regional Sumatera, para Generasi Pelestari Hutan (Genries) dari berbagai daerah bersatu menyelenggarakan FOLU Goes to School: Zero Waste Action Menuju Sekolah Adiwiyata pada 10–11 Juli 2026 di Kota Banda Aceh.

Kegiatan bertema “Mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan melalui Aksi Nyata Zero Waste untuk Mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” tersebut dilaksanakan di Hotel Lading Banda Aceh pada hari pertama dan KamiKita Community Center pada hari kedua. Pelatihan diikuti guru-guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kota Banda Aceh sebagai upaya memperkuat implementasi Program Adiwiyata, membangun budaya zero waste, serta mendorong pengembangan kegiatan kokurikuler bertema lingkungan di sekolah.

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa jejaring yang dibangun melalui Forest Youthverse terus tumbuh setelah program berakhir. Berbekal pengalaman dan kolaborasi selama mengikuti Forest Youthverse, Mudassir menginisiasi FOLU Goes to School dan mengajak sesama Genries dari berbagai daerah untuk terlibat sebagai panitia maupun fasilitator. Ajakan tersebut disambut oleh Antoni, alumni Forest Youthverse 2025 Regional Jawa, bersama Khaidir dan Nabil. Kolaborasi lintas regional ini menjadi bukti bahwa Forest Youthverse mampu membangun jejaring generasi muda yang melampaui batas wilayah untuk bergerak bersama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, yang membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pendidikan lingkungan di sekolah.

“Menurut saya, ada atau tidak ada predikat Adiwiyata, yang terpenting sekolah harus aman dan nyaman. Lingkungan sekolah harus dikelola dengan baik sehingga seluruh warga sekolah merasa nyaman. Harapan kami, seluruh sekolah di Kota Banda Aceh menjadi sekolah yang nyaman dan pada akhirnya mampu menjadi Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mudassir, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat untuk menghadirkan dampak nyata di daerah asal setelah mengikuti Forest Youthverse.

“Forest Youthverse memberikan ruang bagi kami untuk belajar, membangun jejaring, dan berkolaborasi. Pengalaman tersebut mendorong kami untuk terus bergerak setelah kegiatan berakhir. Melalui FOLU Goes to School, kami ingin mengajak lebih banyak sekolah membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai implementasi Program Adiwiyata, pengelolaan lingkungan sekolah, serta penerapan konsep zero waste dalam pembelajaran. Para narasumber juga mendorong sekolah membangun budaya ramah lingkungan melalui pembiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, penghijauan sekolah, serta pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penghijauan sekolah, panitia menyerahkan bibit pohon rambutan kepada perwakilan sekolah peserta. Bibit tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh bersama Kepala SD Negeri 6 Banda Aceh dan Ketua Panitia. Selain itu, setiap peserta juga memperoleh modul ajar kokurikuler bertema pendidikan lingkungan hidup sebagai acuan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis aksi di sekolah guna memperkuat Program Adiwiyata sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Forest Youthverse bukan sekadar program pelatihan, tetapi berhasil membangun ekosistem pembelajaran yang melahirkan jejaring generasi muda dengan kepedulian tinggi terhadap pelestarian hutan. Para alumninya terus berkembang menjadi penggerak yang mampu menginisiasi program, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara alumni Forest Youthverse Regional Sumatera dan Regional Jawa dalam FOLU Goes to School juga menunjukkan bahwa semangat Forest Youthverse terus hidup setelah program selesai. Jejaring Genries yang terbentuk mampu saling menguatkan dan memperluas dampak pelestarian lingkungan di berbagai daerah.

Melalui berbagai inisiatif yang lahir dari para alumninya, Forest Youthverse menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang menghasilkan dampak berkelanjutan. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari semakin banyaknya aksi nyata, kolaborasi yang terus berkembang, serta kontribusi para Genries dalam mendukung pelestarian hutan dan pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button