Berita Umum

Dari Pulau Palue, Yohanis Berjuang Pulih Setelah Gempa M 7,7 Flores

Maumere, RuangVeritas.com – Bagi Yohanis Riba (75), gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores pada Sabtu (15/8) mengubah kehidupan dalam sekejap.

Warga Desa Nitunhlea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, itu selamat dari gempa. Namun, saat berusaha menyelamatkan diri dari rumah yang roboh, kedua kakinya tertimpa material bangunan.

Keluarga dan warga sekitar segera memberikan pertolongan. Yohanis kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Selama beberapa hari, ia menjalani perawatan sambil menunggu kondisi kedua kakinya membaik.

Namun, luka yang dialaminya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Fasilitas kesehatan yang terbatas di wilayah kepulauan membuat Yohanis harus dirujuk ke Maumere.

Pada Minggu (23/8), harapan itu datang. Tim gabungan menjemput Yohanis dari Pulau Palue menggunakan helikopter Polri yang disiagakan di Pos Pendamping Nasional (Pospenas) BNPB di Bandara Frans Seda, Maumere.

Bagi Yohanis, perjalanan menuju Maumere bukan sekadar proses evakuasi. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik dan memulihkan kedua kakinya.

Setibanya di Maumere, Yohanis langsung dibawa ke RSUD TC Hillers untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Di tengah keterbatasan akibat bencana, Yohanis tidak sendiri. Keluarga, tenaga medis, BNPB, TNI, Polri, relawan, dan berbagai unsur lainnya bergotong royong memastikan dirinya dapat keluar dari Pulau Palue dan mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kisah Yohanis menjadi gambaran perjuangan para penyintas gempa di wilayah kepulauan. Bagi mereka, selamat dari bencana bukan berarti perjuangan telah selesai. Setelah gempa berlalu, masih ada luka yang harus dipulihkan, rumah yang harus dibangun kembali, dan kehidupan yang perlahan harus ditata.

Bagi Yohanis, langkah pertama adalah menyembuhkan kedua kakinya. Dari Pulau Palue menuju Maumere, perjalanan itu menjadi bagian dari harapan untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button