Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah di Bangkalan
RuangVeritas.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Bangkalan tercatat sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memperoleh alokasi revitalisasi cukup besar, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi perhatian Kemendikdasmen terhadap kebutuhan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, dukungan tersebut membuka peluang bagi sekolah-sekolah di Bangkalan untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan harapan sekaligus manfaat bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Wamen dan Kemendikdasmen atas perhatian yang sangat besar terhadap Kabupaten Bangkalan,” ujar Lukman.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan Bangkalan termasuk salah satu daerah di Jawa Timur yang menerima alokasi revitalisasi dalam jumlah besar. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9).
Menurut Fajar, peningkatan dukungan revitalisasi untuk Bangkalan merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mengurangi kesenjangan pendidikan melalui pemerataan akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan di berbagai daerah.
“Peningkatan bantuan revitalisasi untuk Kabupaten Bangkalan merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan Bapak Presiden dalam mengatasi ketimpangan pendidikan. Upaya tersebut dimulai dengan pemerataan akses yang berkualitas. Ke depan, perbaikan sekolah diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, perbaikan fisik harus berjalan selaras dengan peningkatan aspek nonfisik,” jelas Fajar.
Dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen mengedepankan mekanisme swakelola serta pelibatan masyarakat. Setiap pekerjaan rata-rata menyerap sekitar 10 hingga 15 tenaga kerja lokal dan memanfaatkan bahan bangunan yang berasal dari wilayah sekitar. Dengan demikian, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Fajar menyebutkan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pada 2025, kegiatan revitalisasi mampu menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja. Besaran anggaran untuk setiap sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan, mulai dari sekitar Rp100 juta hingga lebih dari Rp1 miliar.
“Pada 2025, berdasarkan hasil evaluasi, program ini mampu merekrut lebih dari 200 ribu tenaga kerja. Nilai anggarannya berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakan, mulai dari Rp100 juta hingga lebih dari Rp1 miliar,” tutur Fajar.
Agar hasil revitalisasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, Bupati Lukman juga mengingatkan para kepala sekolah penerima bantuan untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan anggaran sekolah, termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Jangan sampai baru satu tahun kondisi cat sudah terlihat kusam. Anggaran BOS juga dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan. Saya berharap fasilitas ini dapat bertahan dan tidak rusak hingga 10 tahun, sehingga kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak kita tetap terjaga,” pungkas Lukman.





