Dari Timur Indonesia, Murid ADEM Tunjukkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kibaran Merah Putih

RuangVeritas.com – Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (17/8), terasa semakin istimewa dengan kehadiran 30 murid penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Mereka dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara peringatan kemerdekaan.
Para murid tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Papua, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga anak-anak keluarga pekerja migran Indonesia. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa kesempatan memperoleh pendidikan dapat membuka ruang bagi anak-anak dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi dan tampil di tingkat nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai pemerataan akses terhadap pendidikan bermutu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat kemerdekaan. Ia berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas tanpa dibatasi oleh latar belakang maupun asal daerah.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta menjunjung semangat persaudaraan.
Kemerdekaan Dimaknai dengan Belajar dan Berkarya
Usai menjalankan tugas sebagai bagian dari Paskibra, sejumlah murid berbagi pandangan mengenai arti kemerdekaan bagi generasi muda.
Yunita L. Lewedalu, murid SMA Negeri Siwalima Ambon, memandang kemerdekaan sebagai kesempatan untuk menjaga persatuan. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, terutama melalui pendidikan.
Ia menilai semangat belajar, peningkatan kemampuan, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda di masa kini.
Sementara itu, Ananda Jitotika, Bintang Sobat dari BSS Kota Bekasi, memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan bagi setiap orang untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.
“Kemerdekaan itu di mana kita bisa mengembangkan diri sendiri, bisa melakukan apa yang kita sukai dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Ananda juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dan kebiasaan saling membantu dapat dimulai dari tindakan sederhana di sekitar tempat tinggal maupun sekolah.
“Kita bisa mulai dari merawat lingkungan yang pertama dan saling menolong. Karena zaman sekarang itu rasa tolong-menolongnya sedikit berkurang. Jadi saya ingin menormalisasikan lagi gotong royong itu sekarang,” ungkapnya.
Pesan tentang menghargai jasa pahlawan disampaikan Narin Repanian Nayotama, murid UPTD SMP 40 Kota Tangerang Selatan. Ia melihat peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kehidupan yang damai bagi generasi saat ini.
“Makna kemerdekaan bagi murid, guru, dan sekolah menurut saya berarti kita menghormati para pahlawan yang telah bersusah payah hingga mengorbankan nyawa mereka agar kita bisa hidup damai seperti ini,” jelas Narin.
Ia berharap anak-anak muda dapat mengambil teladan dari perjuangan para pahlawan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya harap kita bisa lebih menghormati para pahlawan dan kita bisa mencontoh para tokoh pahlawan agar kita bisa menjadi negara yang merdeka,” lanjutnya.
Solidaritas untuk Anak-Anak Flores
Peringatan kemerdekaan tahun ini juga berlangsung dalam suasana keprihatinan menyusul gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut turut berdampak terhadap anak-anak dan generasi muda di wilayah tersebut.
Penyanyi Rimar Callista turut menyampaikan dukungan dan semangat bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit. Ia mengajak masyarakat luas untuk menunjukkan solidaritas dengan membantu mereka yang terdampak.
“Semangat untuk muda-mudi Flores. Mari kita ulurkan tangan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya harap tidak ada kesulitan dalam mendistribusikan bantuan,” kata Rimar.
Semarak Kemerdekaan di Kemendikdasmen
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kemendikdasmen tidak hanya diisi dengan upacara pengibaran bendera. Sejumlah karya dan penampilan murid turut memeriahkan agenda tersebut.
Pengibaran Merah Putih dilakukan oleh Paskibra yang merupakan penerima Beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari wilayah Papua. Setelah itu, Orkestra Sekolah Perguruan Cikini menghadirkan persembahan musik, disusul penampilan teater Bintang Sobat SMP dengan tema “Kemerdekaan yang Diwariskan Harus Dihargai”.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada enam pegawai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Semarak peringatan kemerdekaan ditutup dengan berbagai perlombaan tradisional yang berlangsung di halaman Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keberagaman talenta murid dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan keberanian untuk tampil di ruang publik.
Bagi Kemendikdasmen, keberadaan para murid tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan bermutu harus terus diperluas agar dapat dirasakan seluruh anak Indonesia.
Melalui akses pendidikan yang semakin merata, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kemampuan, karakter kuat, percaya diri, serta kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui pendidikan dan membangun masa depan Indonesia secara bersama-sama.




