Hadiri Nobar “Dilan 1997”, Wagub Rano Dorong Pembentukan Jakarta Film Commission
Jakarta, 6 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri perfilman nasional. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam acara nonton bareng film Dilan 1997 yang digelar di Studio 3 XXI Plaza Indonesia, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).
Kehadiran Rano Karno di tengah para pelaku industri kreatif dan penikmat film menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem perfilman di ibu kota. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap film Indonesia sebagai indikator positif bagi pertumbuhan industri ini.
Menurutnya, lonjakan jumlah penonton dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa perfilman nasional memiliki prospek cerah ke depan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan industri film.
Salah satu upaya yang sedang dirancang adalah pembentukan Jakarta Film Commission. Lembaga ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemerintah, komunitas kreatif, dan pelaku industri, termasuk produser film, dalam mengembangkan sektor perfilman secara berkelanjutan.
Rano Karno menjelaskan bahwa setelah lembaga tersebut terbentuk, pihaknya akan segera menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif yang ramah bagi sineas.
Dalam suasana santai yang terbangun selama acara, ia juga mengungkapkan telah melakukan diskusi awal dengan sejumlah pelaku perfilman mengenai peluang kolaborasi di masa mendatang. Ia berharap pembicaraan tersebut dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret.
Di akhir kegiatan, Rano Karno menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat dan insan perfilman. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkontribusi dalam memajukan industri film Indonesia agar mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen, menurutnya, menjadi kunci untuk memperkuat fondasi perfilman nasional di tengah dinamika industri kreatif global.





