Hardiknas 2026 di Kapuas Jadi Momentum Penguatan Pendidikan, Pemda Resmikan Kapal Guru untuk Wilayah Pesisir
Kapuas, Kalimantan Tengah, 3 Mei 2026 — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kapuas berlangsung semarak sekaligus menghadirkan langkah nyata dalam penguatan layanan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Kapuas memanfaatkan momentum ini untuk meluncurkan Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar, yang ditandai dengan pengoperasian kapal pengangkut guru bagi wilayah pesisir.
Ribuan peserta memadati Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Sabtu (2/5). Sekitar 7.000 orang yang terdiri atas siswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta jajaran pemerintah daerah mengikuti upacara peringatan Hardiknas yang digelar bersamaan dengan Hari Otonomi Daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa peringatan Hardiknas tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum ini harus menjadi penguat komitmen bersama dalam memastikan layanan pendidikan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Seluruh anak di Kapuas harus memperoleh hak pendidikan yang sama. Pendidikan merupakan instrumen penting untuk mendorong mobilitas sosial sekaligus mempercepat kemajuan daerah,” ujar Fajar.
Ia menyoroti capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kabupaten Kapuas yang saat ini berada pada angka 64,71 dengan kategori “Tuntas Muda”. Capaian tersebut dinilai menunjukkan arah perkembangan yang positif, meski masih membutuhkan percepatan peningkatan, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan kualitas proses pembelajaran.
Usai upacara, pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar. Program ini difokuskan pada penguatan kebijakan berbasis data guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang masih memiliki capaian rendah.
Wujud konkret dari program tersebut terlihat melalui peluncuran kapal pengangkut guru pesisir di kawasan kafe terapung tepian Sungai Kapuas. Sarana transportasi air ini disiapkan untuk membantu mobilitas tenaga pendidik menuju sekolah-sekolah di daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kapal yang telah menjalani masa uji coba selama dua pekan itu diharapkan mampu menjawab persoalan distribusi guru di kawasan perairan. Prosesi peluncuran ditandai dengan pengibaran bendera oleh Wakil Menteri bersama pemerintah daerah.
Fajar menegaskan, kehadiran kapal tersebut bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan simbol komitmen negara dalam menjamin pemerataan akses pendidikan.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan harus hadir hingga ke wilayah terluar. Guru harus dapat menjangkau setiap anak, tanpa terkendala kondisi geografis,” katanya.
Ia menambahkan, karakteristik geografis Kabupaten Kapuas seharusnya menjadi pemicu lahirnya kebijakan yang adaptif dan inovatif, bukan justru menjadi hambatan dalam penguatan layanan pendidikan.
Selain itu, Fajar juga menyoroti perlunya pembenahan dalam aspek perencanaan pendidikan di daerah. Menurutnya, penggunaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi fondasi penting agar kebijakan peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Peringatan Hardiknas di Kapuas tahun ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Dari pelaksanaan upacara hingga peluncuran kapal guru pesisir, seluruh rangkaian kegiatan menjadi penegasan bahwa pemerataan pendidikan membutuhkan langkah konkret dan kolaborasi seluruh pihak.
“Perubahan besar dalam pendidikan hanya bisa terwujud melalui kerja bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat. Upaya ini harus terus dipercepat,” tutupnya.





