Pendidikan

Hari Penutupan MPLS Ramah di Sekolah Kristen Harapan Denpasar Berlangsung Meriah, Murid Antusias Kenali Potensi Diri

Denpasar, RuangVeritas.com – Hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Momentum tersebut turut dipantau langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam rangkaian kunjungannya ke Provinsi Bali untuk memastikan implementasi MPLS Ramah berjalan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Melalui kunjungan tersebut, Wamendikdasmen menegaskan bahwa MPLS kini dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai proses adaptasi yang menyenangkan bagi murid baru. Praktik-praktik lama yang bernuansa intimidasi maupun perpeloncoan telah ditinggalkan dan digantikan dengan kegiatan yang membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta warga sekolah secara edukatif dan humanis.

“Kita mengembalikan MPLS ke tujuan awalnya, yaitu memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolahnya melalui cara yang ramah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman, menghargai harkat dan martabat manusia,” ujar Atip saat meninjau pelaksanaan MPLS di Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Jumat (17/7).

Pada hari penutupan MPLS, sekolah mengarahkan kegiatan pada pengenalan beragam pilihan ekstrakurikuler. Menurut Atip, aktivitas tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan keterampilan nonakademik yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.

“Saya melihat ekstrakurikuler ini memberikan ruang bagi para murid untuk mengekspresikan, sekaligus juga mewujudkan mereka yang punya minat di luar kurikulum, dan itu sesuatu yang sangat penting, juga bagian untuk penguatan karakter juga pendidikan, soft skill untuk bekal itu ke depan,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. Ia menilai Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar berhasil menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter melalui beragam aktivitas pengembangan diri.

Suharti mengaku terkesan dengan penampilan peserta didik PAUD dan taman kanak-kanak yang ditampilkan saat kunjungan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keseriusan sekolah dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.

“Tadi pagi waktu datang ke sini saya langsung melihat anak-anak PAUD, anak-anak TK menampilkan berbagai macam kegiatan dan terlihat sekali bagaimana yayasan ini mendidik anak-anak dengan sangat baik. Besar harapan kami anak-anak bisa tumbuh dengan lebih bagus lagi dan nantinya menjadi manusia berguna,” ujar Suharti.

Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar menaungi satuan pendidikan dari jenjang TK hingga SMA dan SMK. Pada tahun ajaran baru ini, tercatat sebanyak 1.165 murid baru mengikuti proses penerimaan peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Kristen Harapan Denpasar, Daniel, menjelaskan bahwa MPLS di sekolahnya dirancang untuk memperkenalkan budaya sekolah yang inklusif sekaligus memberikan bekal awal kepada murid baru agar lebih siap menjalani proses pembelajaran.

Menurut Daniel, pendekatan yang menyenangkan membuat peserta didik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias tanpa rasa canggung.

“Responsnya sangat luar biasa semangat, mereka ceria semua dalam mengikuti kegiatan. Mungkin bisa dilihat sekarang anak-anak semangat sekali melihat kegiatan-kegiatan untuk MPLS pada hari ini karena kami mengusung MPLS yang Ramah,” katanya.

Sebagai bagian dari pengenalan kehidupan sekolah, SMA Kristen Harapan Denpasar juga memperkenalkan 33 pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Beragam organisasi dan klub tersebut mencakup bidang kepemimpinan, olahraga, pecinta alam, paskibra, hingga seni seperti band dan tari. Daniel berharap pengenalan sejak awal dapat membantu murid memilih aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Salah seorang murid baru kelas X-2, Ida Ayu Dewi atau yang akrab disapa Dayu, mengaku menikmati seluruh rangkaian MPLS. Ia bahkan memperoleh predikat The Most Active karena aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Menurut Dayu, salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah outbound yang memperkenalkan berbagai lokasi di lingkungan sekolah melalui permainan kelompok. Selain mengenal denah sekolah, peserta juga diajak bekerja sama memecahkan tantangan bersama teman-teman baru.

“Seru selama MPLS juga senang bisa aktif menjawab sampai dapat predikat The Most Active. Terus ada kegiatan outbound Rabu kemarin yang memperkenalkan pos-pos di sekolah sekaligus denah sekolah. Kami bisa menjawab pertanyaan, bermain bersama teman, dan bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Dayu mengajak seluruh murid baru untuk tidak ragu mengikuti MPLS karena kegiatan tersebut menjadi sarana mengenal lingkungan sekolah sekaligus memperluas pertemanan dalam suasana yang aman dan bebas dari perundungan.

“Tetap berteman saja dengan siapa pun, jangan memandang perbedaan supaya bisa menambah relasi juga di sekolah,” pesannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button