Pendidikan

Kemendikdasmen Bersama Dekranas Luncurkan PKW 2026 untuk Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Jepara, Jawa Tengah, 21 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan resmi memulai pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Peluncuran program berlangsung di Pendopo Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (19/5), dan dilaksanakan serentak di 18 wilayah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat keterampilan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan, terutama bagi generasi muda usia produktif dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses peningkatan keterampilan kerja.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan agenda prioritas pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Menurutnya, program PKK difokuskan bagi masyarakat usia di bawah 25 tahun yang tidak melanjutkan sekolah atau mengalami putus sekolah agar memiliki kemampuan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Saat ini terdapat 77 bidang keterampilan yang disiapkan melalui lembaga kursus dan pelatihan.

Yaya menyebut tingkat keberhasilan program PKK cukup tinggi, dengan penyerapan lulusan di dunia kerja mencapai sekitar 85 persen. Banyak peserta yang berhasil bekerja di sektor dalam maupun luar negeri, termasuk industri kapal pesiar, perhotelan, spa, wellness, hingga transportasi.

Selain memperkuat penyiapan tenaga kerja, Kemendikdasmen juga terus mengembangkan program PKW yang diarahkan untuk melahirkan pelaku usaha baru. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 8.730 wirausaha muda dapat dibina melalui program tersebut.

Ia menegaskan, peserta program tidak hanya memperoleh pelatihan keterampilan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk memulai usaha. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing, mulai dari peralatan kerja, gerobak usaha, hingga bahan penunjang produksi.

Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Dekranas sendiri telah berlangsung sejak 2020 dan dinilai berhasil mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di berbagai daerah. Hingga 2025, tercatat lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti program hasil kerja sama tersebut.

Pada pelaksanaan tahun 2026, sebanyak 458 peserta didik memperoleh bantuan Program PKW melalui sinergi Kemendikdasmen bersama Dekranas dan Dekranasda di 18 kabupaten dan kota. Wilayah penerima program meliputi sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Sumatra Selatan.

Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, mengatakan program PKW menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis potensi daerah. Ia menilai keberhasilan peserta sangat dipengaruhi oleh dukungan lanjutan, terutama dalam pendampingan usaha dan pemasaran produk.

Menurut Metty, banyak peserta yang telah mampu menghasilkan produk berkualitas, namun masih membutuhkan akses pasar dan pembinaan agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang aktif mendukung hasil karya peserta pelatihan, termasuk dengan memanfaatkan produk lokal sebagai bagian dari kebutuhan daerah dan promosi produk unggulan.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut baik pelaksanaan program PKW di wilayahnya. Ia menilai program tersebut membuka kesempatan bagi anak muda, masyarakat rentan, dan penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan sekaligus peluang ekonomi yang lebih baik.

Menurutnya, program pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjut Witiarso, terus berupaya mengembangkan produk unggulan daerah seperti Tenun Troso, Batik Jepara, dan tekstil ecoprint agar semakin dikenal luas hingga pasar internasional.

Melalui sinergi antara Kemendikdasmen, Dekranas, dan pemerintah daerah, Program PKW diharapkan mampu mencetak lebih banyak wirausaha baru yang kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keterampilan dan potensi lokal.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button