Pendidikan

Kunjungan Posko Pengungsian, Wapres dan Kemendikdasmen Berikan Semangat Murid dan Guru

RuangVeritas.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses rehabilitasi serta memberikan dukungan agar layanan pendidikan di wilayah terdampak dapat segera kembali berjalan.

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa sejumlah lokasi yang dikunjungi mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa. Besarnya dampak yang terjadi menjadi perhatian pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan, khususnya dalam memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak.

Menurut Atip, Kemendikdasmen akan segera melakukan pendataan ulang terhadap kondisi satuan pendidikan yang terdampak. Hal ini diperlukan karena sejumlah sekolah, meskipun bangunannya tidak mengalami kerusakan total, tetap belum dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, salah satu langkah yang menjadi prioritas adalah menyiapkan pola pembelajaran selama masa darurat, termasuk menyediakan ruang-ruang kelas sementara.

Selain pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, perhatian Kemendikdasmen juga diarahkan pada kondisi psikologis para murid dan guru. Berdasarkan hasil kunjungannya, Atip melihat bahwa banyak warga sekolah masih mengalami guncangan dan trauma akibat bencana. Gempa susulan yang masih terjadi membuat rasa aman belum sepenuhnya kembali.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh murid, tetapi juga para guru dan masyarakat. Meski sebagian warga secara fisik berada dalam keadaan sehat dan rumah mereka tidak mengalami kerusakan serius, rasa trauma membuat sebagian dari mereka masih enggan kembali ke rumah dan memilih bertahan di luar bangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga memberikan semangat kepada para guru dan orang tua agar tetap kuat menghadapi situasi pascabencana. Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk saling menguatkan dan secara perlahan memulihkan kondisi psikologis, terutama bagi anak-anak yang terdampak langsung oleh gempa.

Sementara itu, Kepala SD Inpres Robo di Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Selvia Widianto Sar, menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi sekolahnya. Akibat gempa, seluruh 11 ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan berat sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat lagi dilaksanakan di lokasi sekolah.

Selvia mengaku sedih dan terpukul melihat kondisi sekolah serta para murid yang kini kehilangan tempat belajar. Situasi tersebut membuat para guru harus menghadapi tantangan besar untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun fasilitas sekolah mengalami kerusakan parah.

Meski demikian, kunjungan dan perhatian yang diberikan pemerintah menjadi harapan bagi warga sekolah untuk kembali bangkit. Selvia menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian Kemendikdasmen yang telah hadir langsung dan memberikan dukungan kepada sekolahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan perbaikan fasilitas pendidikan. Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi serta mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan agar proses penanganan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.

Wapres juga menegaskan bahwa penanganan fasilitas pendidikan harus mengutamakan aspek keselamatan dan tingkat urgensi. Sekolah dengan bangunan yang sudah tidak memungkinkan digunakan perlu segera mendapatkan perhatian, termasuk melalui penyediaan tempat belajar sementara atau pembangunan sekolah darurat.

Melalui peninjauan langsung tersebut, pemerintah berharap proses penanganan pascabencana dapat terus berjalan secara terkoordinasi. Tujuannya adalah agar masyarakat terdampak dapat secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk memastikan anak-anak tetap memperoleh hak mereka untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.

Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen per 20 Agustus 2026, gempa bumi di NTT telah berdampak pada 1.378 satuan pendidikan di tujuh kabupaten. Bencana tersebut melibatkan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Dari 8.664 ruang kelas yang telah didata, sebanyak 5.521 ruang atau sekitar 63,7 persen mengalami kerusakan. Sebanyak 2.229 ruang kelas di antaranya tercatat mengalami kerusakan berat hingga rusak total. Selain ruang kelas, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas pendukung pendidikan, seperti laboratorium, perpustakaan, sarana sanitasi, serta rumah dinas guru.

Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus berupaya mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. Selain membangun kembali fasilitas yang rusak, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pembelajaran dan pemulihan kondisi psikologis guru serta murid agar proses pendidikan dapat segera berjalan kembali secara aman.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button