Lantik ASN dan Pejabat Fungsional, Mendikdasmen Tekankan Integritas, Pelayanan, dan Budaya Kerja Positif
Jakarta, RuangVeritas.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melantik sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (8/6). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar penanda keberhasilan karier, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menurut Mendikdasmen, setiap jabatan yang dipercayakan kepada aparatur negara harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian yang berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa pencapaian yang diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, dedikasi, serta kualitas pelayanan publik.
“Setiap keberhasilan adalah titik awal untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Jadikan amanah jabatan sebagai sarana untuk memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa amanah dalam jabatan mengandung nilai kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh integritas. Selain itu, amanah juga menuntut kesungguhan dalam menjalankan tugas serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang menyertai tanggung jawab tersebut.
Ia mengajak para ASN yang baru dilantik untuk menempatkan pengabdian kepada negara sebagai bagian dari panggilan moral dan nilai-nilai yang diyakini masing-masing, sehingga setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kewajiban administratif.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen kembali menyoroti pentingnya penerapan budaya kerja RAMAH dan SANTUN yang menjadi bagian dari penguatan tata kelola di Kemendikdasmen. Budaya RAMAH mencerminkan karakter pegawai yang responsif, akuntabel, melayani, adaptif, dan harmonis dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tercermin melalui kemampuan memberikan solusi secara cepat dan tepat, membangun komunikasi yang konstruktif, serta menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa Kemendikdasmen perlu terus menjaga citranya sebagai lembaga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, etika, dan integritas. Karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu membangun kerja sama yang sehat, menjaga profesionalisme, dan memastikan setiap tugas dilaksanakan secara transparan dan bertanggung jawab.
Selain memperkuat budaya kerja, Mendikdasmen mendorong ASN dan pejabat fungsional untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran dan peningkatan kapasitas diri. Ia menilai lingkungan kerja yang saling mendukung dan menghargai akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Ia pun mengajak seluruh pegawai untuk menghidupkan semangat saling belajar, saling membimbing, dan saling peduli dalam lingkungan kerja. Dengan budaya tersebut, kantor tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk bertumbuh bersama dan memperkuat kebersamaan antarsesama pegawai.
Menutup arahannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh insan Kemendikdasmen untuk mempererat kolaborasi dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional. Menurutnya, upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 memerlukan kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Ia berharap para ASN dan pejabat fungsional yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia.





