Menakar 19 Bulan Fondasi “Partisipasi Semesta” di Malam Tasyakuran Hardiknas 2026
Jakarta, 26 Mei 2026 – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 ditutup dengan penuh khidmat melalui acara Malam Tasyakuran yang digelar di Plasa Insan Berprestasi, Senin (25/5). Mengusung tema besar “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua,” momentum ini menjadi panggung apresiasi bagi para penggerak literasi, guru, pemerintah daerah, hingga jurnalis yang bergerak serentak membangun ekosistem pendidikan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa visi ini merupakan turunan langsung dari cita-cita besar negara.
“Sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden yang keempat dan juga sesuai dengan visi Pendidikan Bermutu Untuk Semua Melalui Partisipasi Semesta, kami merasa sangat terbantu dengan kiprah, inisiatif, serta kreativitas Bapak-Ibu sekalian,” ujar Abdul Mu’ti.
Kilas Balik 19 Bulan: Tiga Pilar Infrastruktur Pendidikan
Memasuki bulan ke-19 kepemimpinannya, Abdul Mu’ti memaparkan tiga fondasi utama yang telah diletakkan pemerintah dalam mengejar target pemerataan kualitas pendidikan:
1. Infrastruktur Fisik & Digital
Bergerak cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen berhasil mengesekusi modernisasi fasilitas belajar dalam skala masif:
-
16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah direvitalisasi.
-
288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) dipasang untuk mendukung digitalisasi ruang kelas.
2. Infrastruktur Pedagogis (Kesejahteraan Guru)
Sektor ini berfokus pada peningkatan kualifikasi akademik dan penguatan finansial tenaga pendidik. Pada tahun 2025, sebanyak 12.500 guru telah difasilitasi untuk melanjutkan studi S1 lewat sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) disertai beasiswa Rp3 juta per semester.
Memasuki tahun 2026, skema tunjangan guru mengalami peningkatan signifikan:
| Kategori Guru | Kebijakan Tunjangan Terbaru |
| Guru Non-ASN (Sertifikasi) | Naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan |
| Guru ASN | Tunjangan sebesar gaji pokok, ditransfer langsung setiap bulan |
| Guru Non-ASN (Belum Sertifikasi) | Insentif bulanan sebesar Rp400 ribu |
3. Infrastruktur Budaya & Karakter
Pemerintah memperkuat moral generasi muda melalui beberapa program pembiasaan baru, seperti gerakan 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, dan revitalisasi Upacara Bendera. Langkah ini berjalan beriringan dengan perluasan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang kini menjangkau anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang SMA/sederajat.
Panggung Apresiasi dan Kolaborasi Inklusif
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa acara tasyakuran ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian “Bulan Pendidikan” yang telah dimulai sejak 2 Mei lalu. Agenda ini didesain sebagai ruang refleksi sekaligus perekat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Tujuannya memberikan penghargaan atas karya dan dedikasi di bidang pendidikan, serta mendorong inovasi dan kolaborasi […] untuk menyediakan pendidikan inklusif dan berkeadilan,” urai Suharti.
Secara total, Kemendikdasmen menyerahkan 97 penghargaan yang terbagi dalam berbagai kategori mutu, mulai dari kesuksesan program Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, hingga Penyelenggaraan Senam Anak Indonesia Hebat.
Suasana haru juga mewarnai malam penghargaan tersebut saat pemerintah menganugerahkan penghargaan tertinggi (Lifetime Achievement) kepada mendiang Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional, atas dedikasi dan pengabdian seumur hidupnya bagi dunia pendidikan Indonesia.





