Mendikdasmen Pastikan MPLS Ramah Menjadi Awal Pembentukan Karakter dan Budaya Sekolah Positif
Sumbawa, RuangVeritas.com – Pelaksanaan hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Lagu Hari Baru dan Rukun Sama Teman mengiringi berbagai aktivitas peserta didik baru yang tampak antusias berinteraksi, bermain bersama, dan mulai membangun kebiasaan hidup rukun dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Suasana tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meninjau pelaksanaan MPLS di SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, SD Negeri 1 Sumbawa, dan SD Negeri 14 Sumbawa, Jumat (17/7). Dalam kunjungannya, Mendikdasmen mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai telah menghadirkan pengalaman belajar yang positif sekaligus menjadi fondasi awal pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Abdul Mu’ti, berbagai pembiasaan yang diterapkan sejak hari pertama sekolah merupakan langkah penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah saya mengunjungi beberapa sekolah. Saya melihat pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah ini sangat bagus, beberapa program yang menjadi kebijakan kami, seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), kemudian keceriaan dengan menyanyi lagu Hari Baru, serta membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dengan membiasakan mereka hidup rukun,” ujar Mendikdasmen di Kabupaten Sumbawa, NTB.
Di SD Negeri 14 Sumbawa, pelaksanaan MPLS dirancang agar peserta didik dapat beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan sekolah. Kepala sekolah, Asminingsih, menjelaskan bahwa selama lima hari kegiatan, murid diperkenalkan pada konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) serta dibimbing untuk membangun hubungan yang harmonis dengan teman-teman mereka.
Sebelum kegiatan dimulai, sekolah juga menggelar pra-MPLS yang melibatkan orang tua. Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan informasi mengenai seluruh rangkaian MPLS sehingga keluarga dapat mendukung proses adaptasi anak sejak awal memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Dalam pelaksanaan MPLS ini kami mengutamakan ramah, nyaman, dan menggembirakan buat anak-anak kami. Selama lima hari ini kami memperkenalkan konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta membiasakan mereka hidup rukun dalam belajar,” kata Asminingsih.
Guru kelas I SD Negeri 14 Sumbawa, Kristina, menilai masa pengenalan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membantu peserta didik melewati masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan MPLS diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan tanpa memberikan tekanan akademik kepada murid baru.
Menurutnya, pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada guru untuk mengenali karakter setiap peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan.
“Tujuan MPLS yang pertama itu pengenalan sekolah baru untuk mereka, SD tempat mereka akan mengenyam pendidikan selama enam tahun. Di sekolah kami, mereka tidak dibebankan untuk langsung belajar. Kami berkenalan, bermain dengan teman-temannya. Puji syukur selama MPLS ini reaksi mereka sangat positif, senang sekali karena bernyanyi dan bermain,” jelas Kristina.
Keberhasilan pelaksanaan MPLS juga didukung keterlibatan aktif orang tua. Salah seorang wali murid kelas I SD Negeri 14 Sumbawa, Sintia, mengungkapkan bahwa komunikasi yang terjalin antara sekolah dan keluarga membuat anaknya semakin bersemangat mengikuti setiap kegiatan.
Menurutnya, penyampaian informasi harian beserta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) membantu orang tua mendampingi anak mempersiapkan diri sebelum berangkat ke sekolah.
“Respons anak saya saat mengikuti MPLS alhamdulillah dia sangat senang. Setiap hari dia bertanya apa yang perlu disiapkan dan antusias mengisi LKPD untuk esok harinya,” tutur Sintia.
Suasana positif juga dirasakan peserta didik baru di SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar. Salah seorang murid, Defli, mengaku kegiatan MPLS membuatnya lebih mudah mengenal lingkungan sekolah sekaligus menjalin pertemanan dengan sesama peserta didik baru.
“Kegiatan MPLS-nya menyenangkan, kami diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, bertemu teman-teman baru. Lingkungan sekolah di sini juga nyaman dan asri,” ujarnya.
Kepala SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, Jon Kennedi, menegaskan bahwa sekolah menerapkan konsep MPLS yang bebas dari perundungan melalui berbagai kegiatan kolaboratif dan permainan interaktif. Pendekatan tersebut bertujuan membangun rasa saling mengenal dan menghargai sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
“Kami menerapkan sistem bahwa MPLS di sekolah kami adalah bebas perundungan, dengan harapan sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik. Kami mengajarkan mereka untuk saling menyapa, berinteraksi dengan teman-teman, termasuk melalui berbagai permainan agar mereka dapat saling mengenal,” jelas Jon.
Pelaksanaan MPLS Ramah di Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi memperkenalkan fasilitas maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi titik awal pembentukan karakter, penanaman kebiasaan positif, serta penguatan budaya sekolah yang menghargai kebersamaan, keamanan, dan kenyamanan seluruh peserta didik.
Menutup kunjungannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperkenalkan selama MPLS harus terus dipraktikkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari, sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada awal tahun ajaran.
“Yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat menerapkan kebiasaan baik yang kita sebut 7 KAIH dan juga membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Mulainya tentu dari awal ketika MPLS. Semoga ini bisa jadi awal yang baik buat kita,” tutup Mendikdasmen.





