Mendiktisaintek Tekankan Kesetaraan Peran PTN dan PTS dalam Penguatan Pendidikan Tinggi dan Riset
Surabaya — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta memiliki posisi yang sama penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, pengembangan riset, serta inovasi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu (9/5).
Dalam arahannya, Menteri Brian mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi dengan memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, tidak ada perbedaan peran antara PTN dan PTS karena keduanya sama-sama menjadi garda depan dalam mencetak SDM unggul sekaligus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang dinilai tidak semata berkaitan dengan kapasitas penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi.
Menteri Brian menjelaskan bahwa masih terdapat faktor ekonomi dan perkembangan industrialisasi yang memengaruhi kemampuan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Persoalannya bukan hanya soal daya tampung kampus, tetapi bagaimana masyarakat memiliki dorongan dan kemampuan untuk mengakses pendidikan tinggi,” jelasnya.
Dalam dialog bersama pimpinan kampus, Mendiktisaintek turut mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah proposal hibah penelitian pada tahun ini. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi kebijakan baru yang memperbolehkan alokasi honorarium dalam kegiatan penelitian.
Ia menyebut jumlah pengusul hibah penelitian meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya setelah aturan tersebut diterapkan.
Selain penguatan riset, Menteri Brian juga mendorong perguruan tinggi memperluas kolaborasi dengan sektor industri agar inovasi yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan pengembangan solusi pengelolaan sampah berbasis inovasi di lingkungan kampus sebagai salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mundakir, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah dalam memperkuat peran perguruan tinggi swasta.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di kampus swasta.
Mundakir juga menjelaskan bahwa kampusnya terus memperluas kerja sama internasional, salah satunya melalui program double degree bersama perguruan tinggi di Taiwan. Selain itu, Umsura juga mengembangkan riset berbasis teknologi, termasuk inovasi kecerdasan artifisial untuk mendeteksi hama pertanian.
Melalui penguatan kolaborasi, riset, dan inovasi, perguruan tinggi diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional dan menjawab berbagai tantangan masyarakat di masa depan.





