Menumbuhkan Cinta Alam dan Dirgantara, Wamendikdasmen Fajar Apresiasi Susi Environmental School
RuangVeritas.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Susi Environmental School (SES) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (5/9). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pangandaran Airshow 2026.
Dalam kesempatan itu, Fajar memberikan apresiasi atas kehadiran SES yang dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pangandaran. Sekolah tersebut mendorong murid untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenal lebih jauh dunia kedirgantaraan.
“Atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan investasi besar Ibu Susi Pudjiastuti dalam bidang pembangunan sumber daya manusia. Dengan aktivitas murid yang sebagian besar di luar ruang, kami berharap akan tumbuh rasa kecintaan mereka terhadap lingkungan, alam, dan berimplikasi pada kemajuan Pangandaran di masa mendatang,” ujar Fajar saat meresmikan SES.
Menurut Fajar, keberadaan SES menunjukkan adanya peran aktif sektor swasta dalam menghadirkan pusat keunggulan pendidikan di daerah. Ia menilai upaya menanamkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk potensi dampak negatif penggunaan smartphone secara berlebihan.
Ia pun berharap SES dapat menjadi inovasi baru yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Pangandaran dan Jawa Barat.
“Selamat untuk Ibu Susi dan tim, semoga sekolah ini menjadi warna baru dan pendorong mutu pendidikan di Jawa Barat, khususnya Pangandaran,” kata Fajar.
Pendiri SES, Susi Pudjiastuti, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Kemendikdasmen terhadap proses pendirian hingga peresmian sekolah tersebut. Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi besar yang dapat dikembangkan, salah satunya dengan memperkuat konektivitas antarpulau melalui sektor kedirgantaraan.
Susi menegaskan bahwa peresmian SES bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pekerjaan yang masih panjang. Ia berharap pembelajaran di sekolah tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada lingkungan, alam, dan kedirgantaraan, tetapi juga berkembang ke bidang lain yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Dengan peresmian ini, pekerjaan kami tentunya masih panjang dan banyak. Keinginan saya ke depan agar para murid kami tidak hanya belajar tentang alam, lingkungan, dan kedirgantaraan, namun juga bidang lainnya seperti aviation engineering dan pelayaran,” tutur Susi.
Rangkaian peresmian SES juga diisi dengan berbagai penampilan dan kegiatan edukatif dari para murid. Mereka membawakan lagu Nenek Moyangku serta mempresentasikan hasil pembelajaran mengenai alam, termasuk pemahaman tentang berbagai jenis hewan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pembelajaran SES yang menggabungkan pengalaman langsung di luar ruang dengan pengenalan terhadap lingkungan dan potensi bidang kedirgantaraan.





