Pendidikan

Sekolah Jadi Awal Budaya Hidup Sehat, Kemendikdasmen dan BPOM Edukasi Pangan Aman

Jakarta, RuangVeritas.com – Pembiasaan hidup sehat tidak dapat dilakukan secara instan ketika seseorang telah memasuki usia dewasa. Nilai dan perilaku tersebut perlu dikenalkan sejak dini, terutama saat anak-anak berada di lingkungan sekolah yang menjadi tempat penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter.

Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat kerja sama untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pangan aman dan bergizi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan keamanan pangan di sekolah. Beberapa program yang diluncurkan meliputi Sadar Pangan Aman (SAPA) Sekolah Berbasis Budaya, Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman dengan pendekatan bahasa daerah, serta sejumlah panduan pelaksanaan keamanan pangan yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga erat kaitannya dengan pembentukan kebiasaan dan karakter peserta didik.

“Anak-anak saat ini sering memilih makanan karena faktor kesenangan tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Karena itu, penting membangun kesadaran pangan aman sekaligus membiasakan pola hidup sehat sejak dini,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki posisi strategis dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara memilih makanan yang baik. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa label makanan, mengetahui komposisi bahan, serta memperhatikan masa kedaluwarsa menjadi bagian dari pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sinergi bersama BPOM bukan hanya kegiatan administratif, tetapi merupakan gerakan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun kebiasaan anak-anak untuk lebih peduli terhadap apa yang mereka konsumsi. Membaca kandungan produk dan memperhatikan tanggal kedaluwarsa adalah bentuk tanggung jawab serta sikap kritis yang perlu ditanamkan,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa penguatan budaya pangan aman sejalan dengan berbagai agenda prioritas pendidikan, seperti Program Sekolah Sehat, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta Program Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai keterlibatan seluruh sektor menjadi hal penting dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang keamanan pangan. Menurutnya, jangkauan edukasi keamanan pangan di sekolah masih perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak peserta didik.

“Dari ratusan ribu sekolah yang ada di Indonesia, masih banyak yang perlu mendapatkan penguatan edukasi keamanan pangan. Pembiasaan perilaku memilih makanan yang aman dan sehat sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam mengatasi persoalan pangan,” ungkap Taruna.

Selain pendekatan edukasi, program ini juga mengedepankan unsur budaya agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa kearifan lokal dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

“Bahasa daerah, seni, dan cerita rakyat dapat menjadi sarana komunikasi yang dekat dengan masyarakat. Kebudayaan bukan hanya sesuatu yang dijaga, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran bersama,” kata Fadli Zon.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemendikdasmen berharap sekolah dapat berfungsi lebih luas, bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan perilaku sehat yang melekat dalam kehidupan peserta didik.

Kebiasaan memilih makanan yang aman, sehat, dan bergizi sejak dini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang memiliki karakter kuat, sehat, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button